Sulawesitoday - Apa saja dampak gempabumi magnitudo 5,7 yang menggoncang Poso dan kebutuhan mendesak para pengungsinya? Ratusan rumah luluh lantak, ribuan jiwa terpaksa mengungsi, dan beragam kebutuhan pokok kini jadi tumpuan asa bagi warga terdampak di Pamona Tenggara dan Pamona Selatan.
Gempabumi berkekuatan Magnitudo 5,7 yang mengguncang wilayah Pamona Tenggara dan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Kamis (24/7/2025) pukul 21.06 WITA, telah menyisakan cerita pilu. Getaran kuat itu bukan saja merobohkan dinding dan atap, tapi juga merenggut ketenangan ribuan jiwa. Siaran resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah melukiskan betapa parahnya situasi pasca-gempa.
Desa-desa yang Merana di Pamona Tenggara
Di Kecamatan Pamona Tenggara, Desa Tokilo menjadi salah satu titik yang paling menderita. Data menunjukkan, 4 rumah di desa ini mengalami rusak berat, seolah dipukul godam raksasa, sementara 21 lainnya hanya rusak ringan, menyisakan retakan-retakan pilu. Ironisnya, 596 jiwa dari 184 KK terpaksa menjadi pengungsi, menyerah pada amukan alam. Di antara mereka, ada balita yang rapuh, bayi yang tak mengerti apa-apa, lansia yang ringkih, ibu hamil yang butuh perlindungan ekstra, hingga penyandang disabilitas yang kini berjuang lebih keras.
Tak jauh beda, Desa Tindoli juga merasakan pukulan serupa. Di sana, 70 rumah hanya sanggup bertahan dengan rusak ringan, namun 10 rumah lainnya sudah tak berbentuk, ambruk diterjang guncangan. Mirisnya lagi, 1 gereja dan 1 sekolah TK turut menjadi korban keganasan gempa. Sementara itu, data untuk Desa Tolambo masih dalam pengerjaan, seperti menunggu tabir diangkat.
Pamona Selatan, Satu Titik Penuh Luka
Meski tak semasif dua desa sebelumnya, Kecamatan Pamona Selatan juga tak luput dari dampak. Di Desa Pendolo, setidaknya satu rumah tercatat rusak ringan, menambah daftar panjang kerugian yang harus ditanggung warga.
Jejak Luka dan Barisan Pengungsi
Laporan sementara mengabarkan, empat warga mengalami luka ringan. Dua berasal dari Desa Tindoli, dan dua lainnya dari Desa Tolambo. Mereka kini dalam penanganan, setidaknya ada secercah harapan di tengah badai.
Total warga yang terpaksa meninggalkan rumah mereka, bergegas mencari perlindungan di tenda-tenda pengungsian, adalah sebagai berikut:
* Tokilo: 596 jiwa (184 KK)
* Tindoli: 887 jiwa (266 KK)
* Tolambo: 528 jiwa (159 KK)
Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan potret nyata dari ribuan harapan yang kini menggantung di udara.
Artikel Terkait
Bukan Baru! Airlangga Ungkap Perpindahan Data Pribadi RI ke AS Sudah Lazim Sejak Pakai Google dan Mastercard
Mukomuko Diguncang Gempa M4,9, Warga Diminta Tenang - BMKG Tegaskan Tak Berpotensi Tsunami
Disdikbud Parimo Penuhi Janji Pendidikan, Ribuan Seragam Gratis Mengalir untuk SD-SMP
Tiga Rumah Rusak Ringan, Warga Bertahan di Luar Usai Gempa Poso
Parigi Moutong Gaet Unismuh Palu, Ilmu Jadi Senjata Utama Bangun Daerah dan Tingkatkan IPM