Jeritan Kebutuhan dari Pengungsian
BPBD Kabupaten Poso bergerak cepat, mendirikan tenda-tenda pengungsian dan melakukan evakuasi bersama aparat desa. Namun, tantangan terbesar kini adalah pemenuhan kebutuhan mendesak. Bayangkan saja, mereka kini sangat butuh:
* Tenda: Sebagai atap di bawah langit terbuka.
* Genset & light tower: Untuk menerangi kegelapan malam, menghalau rasa takut.
* Alas tidur, selimut, terpal: Penghalau dingin dan alas istirahat yang layak.
* Makanan siap saji: Energi untuk bertahan hidup di tengah ketidakpastian.
* Perlengkapan bayi: Karena kehidupan baru tak bisa menunggu.
* Obat-obatan: Penawar luka dan penyakit yang mungkin timbul.
Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Dr. Ir. H. Akris Fattah Yunus, MM, dalam laporannya menuturkan, "Kami sudah melakukan assessment, evakuasi, dan mendirikan tenda pengungsi. Namun gempa susulan masih terus terjadi, dan warga memilih bertahan di pengungsian." Sebuah pengakuan jujur akan kondisi yang serba tak menentu. BPBD Provinsi Sulteng terus bahu-membahu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pusat, berpacu dengan waktu demi mempercepat penanganan.
Situasi di lapangan masih sangat dinamis, seolah alam belum ingin berhenti bermain. Warga diimbau untuk tetap siaga, mengingat potensi gempa susulan belum sepenuhnya sirna. Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops BPBD Sulteng tak kenal lelah memantau kondisi terkini, bekerja sama dengan aparat setempat, menjaga agar harapan tetap menyala di tengah reruntuhan.
Baca Juga: Tiga Rumah Rusak Ringan, Warga Bertahan di Luar Usai Gempa Poso
Artikel Terkait
Bukan Baru! Airlangga Ungkap Perpindahan Data Pribadi RI ke AS Sudah Lazim Sejak Pakai Google dan Mastercard
Mukomuko Diguncang Gempa M4,9, Warga Diminta Tenang - BMKG Tegaskan Tak Berpotensi Tsunami
Disdikbud Parimo Penuhi Janji Pendidikan, Ribuan Seragam Gratis Mengalir untuk SD-SMP
Tiga Rumah Rusak Ringan, Warga Bertahan di Luar Usai Gempa Poso
Parigi Moutong Gaet Unismuh Palu, Ilmu Jadi Senjata Utama Bangun Daerah dan Tingkatkan IPM