• Selasa, 21 Juli 2026

Bukan Cuma Seremonial, HUT Parigi Moutong Diisi Gerakan Pangan Murah

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Jumat, 10 April 2026 | 19:12 WIB
Dinas Ketahanan Pangan Parigi Moutong gelar Gerbang Desa di HUT ke-24. Jual beras & minyak goreng murah di Alun-Alun untuk kendalikan inflasi daerah.
Dinas Ketahanan Pangan Parigi Moutong gelar Gerbang Desa di HUT ke-24. Jual beras & minyak goreng murah di Alun-Alun untuk kendalikan inflasi daerah.

Sulawesitoday - Angka 24 itu penting. Tapi bagi ibu-ibu di Parigi Moutong, angka di label harga jauh lebih krusial. Maka, saat kabupaten ini merayakan hari jadinya yang ke-24, Jumat (10/4), alun-alun kantor bupati tidak hanya diisi barisan pegawai berseragam. Di sana, tumpukan beras dan deretan minyak goreng lebih menyita perhatian.

Itulah cara Dinas Ketahanan Pangan setempat merayakan syukur. Namanya mentereng: Gerbang Desa. Singkatan dari Gerakan Bersama Pengendalian Harga Pangan Desa. Pendeknya: Pemerintah turun ke lapangan agar harga tidak ugal-ugalan.

"Kami ingin masyarakat merasakan langsung manfaat ulang tahun daerahnya, bukan cuma nonton upacara," cetus salah satu panitia di sela keriuhan antrean.

Strateginya sederhana tapi telak. Kolaborasi dengan Badan Pangan Nasional dilakukan. Hasilnya? Beras, telur, bawang merah, hingga cabai dijual di bawah harga pasar. Rakyat senang, tengkulak mungkin meriang.

Memang, inflasi itu barang abstrak bagi orang awam. Tapi kenaikan harga minyak goreng adalah nyata sesakit sakit gigi. Melalui Gerbang Desa, pemerintah daerah mencoba memutus rantai distribusi yang panjang itu. Menghadirkan harga tingkat produsen langsung ke tangan konsumen di alun-alun.

Pelaksanaan di pusat kota ini memang taktis. Aksesnya mudah. Orang dari desa sebelah bisa sekalian lewat dan mampir. Efeknya ganda: stabilitas harga terjaga, perut rakyat pun aman. Inilah bentuk konkret penguatan ketahanan pangan yang tidak sekadar di atas kertas atau dalam pidato-pidato formal yang membosankan.

Tentu, tantangannya adalah konsistensi. Menjaga harga pangan tidak bisa hanya saat ulang tahun saja. Namun, langkah awal ini memberikan sinyal kuat: pemerintah hadir di dapur warga. Sinergi antara pusat dan daerah ternyata bisa dieksekusi dengan gaya yang lincah, tanpa perlu birokrasi yang berbelit-belit.

Kabupaten Parigi Moutong sepertinya paham betul. Bahwa kesejahteraan itu mulainya dari piring makan, baru kemudian ke papan pengumuman. Sinergi ini yang diharapkan terus berlanjut, agar ketahanan pangan bukan lagi jadi jargon, tapi jadi kenyataan yang bisa dimasak setiap hari.

Mungkin, itulah kado ulang tahun paling manis buat rakyat. Bukan potongan tumpeng, tapi turunnya harga bawang.

Bersama Tekan Inflasi, Gerakan Pangan Murah Serbu Alun-Alun Parigi Moutong

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini