Sulawesitoday - Ulang tahun biasanya identik dengan kue dan potong tumpeng. Tapi di Parigi Moutong, kado terbaiknya adalah beras dan minyak goreng. Hari ini, Alun-alun Parigi mendadak berubah jadi pasar kaget. Bukan kaget karena mahal, tapi kaget karena harganya bikin kantong bernapas lega.
Jumat pagi (10/4), matahari belum terlalu tinggi saat antrean warga mulai mengular. Momentum HUT Kabupaten Parigi Moutong ke-24 ini memang beda. Pemerintah Provinsi dan Kabupaten kompak berkolaborasi. Mereka tahu betul: rakyat tidak butuh pidato panjang, rakyat butuh stabilitas harga dapur.
Gubernur datang. Bupati dan Wakil Bupati juga nampak hadir di lokasi. Mereka tidak sekadar duduk di tenda kehormatan. Gerakan Pangan Murah (GPM) resmi diluncurkan di tengah hiruk-pikuk warga yang menenteng kantong belanja.
"Ini langkah strategis kita. Inflasi harus ditekan, daya beli masyarakat harus tetap dijaga," tegas Gubernur di sela-sela peninjauan stok pangan.
Memang benar. Di pasar, harga-harga seringkali nakal, melompat tanpa permisi. Di Alun-alun hari ini, ceritanya lain. Beras, minyak goreng, hingga gula dilepas dengan harga "bersahabat". Selisihnya lumayan. Cukup untuk menyambung nafas dapur hingga akhir bulan.
Sinergi antara provinsi dan daerah ini terlihat begitu cair. Bupati Parigi Moutong tampak sibuk memastikan distribusi barang berjalan lancar agar tidak ada warga yang pulang dengan tangan hampa. Komitmen ini penting. Merayakan hari jadi bukan hanya soal panggung hiburan, tapi soal bagaimana perut rakyat tetap kenyang dengan harga yang masuk akal.
Antusiasme warga meledak. Sejak pagi, mereka sudah menyerbu stan-stan yang tersedia. Bagi mereka, tak peduli siapa yang gunting pita, yang penting harga beras tidak mencekik leher.
"Alhamdulillah, harganya jauh lebih miring dari pasar swalayan," cetus seorang ibu yang nampak sumringah sambil memanggul beras lima kilo.
Momentum hari jadi kali ini memang terasa lebih membumi. Tidak ada pesta pora yang berlebihan. Pemerintah daerah sepertinya sadar: kado paling romantis bagi rakyat adalah ketersediaan pangan yang terjangkau. Sebuah solusi nyata di tengah gempuran kenaikan harga pokok yang kadang tak masuk akal.
Parigi Moutong sedang merayakan usia barunya dengan cara yang sangat manusiawi: menjaga piring nasi rakyatnya agar tetap terisi.
HUT ke 24 Parimo: IPM Naik dan Kemiskinan Turun, Anwar Hafid Ingatkan Ekonomi yang Melambat
Artikel Terkait
Meriah! Ribuan Siswa Parigi Moutong Hentak Aspal Toraranga Rayakan HUT ke-24
Drama Solar Donggala, Demi Untung 30 Ribu - Dua Pria Terancam Denda 60 Miliar!
Tak Lagi Berenang ke Sekolah, Jembatan Siswa SD Bainaa Barat Mulai Dibangun TNI
Luwuk Tak Lagi Sekadar Ide: Kampus AMIK dan STT Star’s Lub Kini Punya Pagar Hukum
HUT ke 24 Parimo: IPM Naik dan Kemiskinan Turun, Anwar Hafid Ingatkan Ekonomi yang Melambat