Sulawesitoday - Ruangan itu baru selesai dibenahi. Tapi airnya sudah merembes.
Itulah yang ditemukan Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRD Parigi Moutong saat menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anuntaloko Parigi, Senin 20 April 2026. Sebuah ironi kecil yang berbicara banyak — tentang mutu pekerjaan rekanan, tentang pengawasan yang longgar, dan tentang ibu-ibu yang baru saja melahirkan harus berbagi ruangan dengan lantai yang basah.
Ketua Pansus LKPJ, Mustakim Kono, tak menyembunyikan kekesalannya. "Masa iya, beberapa ruangan yang belum lama dikerjakan oleh pihak rekanan, tapi kamar mandinya sudah rusak, sampai airnya merembes ke ruangan," kata Mustakim kepada sejumlah wartawan di lokasi.
Temuan itu bukan muncul tiba-tiba. Pansus bergerak atas dasar keluhan masyarakat yang sudah lama beredar — fasilitas dasar di rumah sakit pelat merah itu dinilai makin tidak terawat. Dari kamar mandi pasein yang rusak, pendingin ruangan yang ngadat, hingga dugaan bangunan yang tidak sesuai dengan perencanaan awal.
Mustakim menegaskan, keluhan semacam itu bukan hal sepele. Bagi dia, kondisi fasilitas adalah cermin langsung dari kepuasan — atau lebih tepat, kekecewaan — pasien. "Kalau pekerjaannya adalah kamar mandi, harusnya jaringan pembuangan juga ikut dibenahi. Jadinya harus dilakukan perbaikan kembali oleh pihak rumah sakit," ujarnya.
Ada yang mengganjal di logika sederhana ini: perbaikan yang tidak tuntas justru menciptakan pekerjaan baru. Anggaran keluar dua kali. Sementara pasein yang menanggung ketidaknyamanannya.
Menanggapi temuan pansus, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Anuntaloko, Irwan, mengakui persoalan itu. Ia menyebut pihaknya sudah memerintahkan bidang keperawatan untuk menginventarisir kerusakan. "Saya sudah memerintahkan bidang keperawatan untuk mengidentifikasi sejumlah masalah berkaitan dengan fasilitas pelayanan agar dilakukan perbaikan secara bertahap," bebernya.
Perbaikan, kata Irwan, akan dilakukan berdasarkan skala prioritas dan ketersediaan anggaran. Bukan hanya kamar mandi — masih banyak masalah lain yang antre menunggu giliran. Ia pun berharap seluruh jajaran manajemen dan masyarakat bisa ikut menanamkan rasa memiliki terhadap fasilitas rumah sakit, dengan menjaga kebersihan di dalam maupun di luar ruangan.
Harapan yang wajar. Tapi sulit tumbuh subur di atas fasilitas yang sudah bocor sebelum sempat digunakan dengan baik.
Pansus Bongkar Anggaran Fiktif!! Tagihan Listrik Sejumlah OPD di Parimo Bengkak Rp189 Juta
Artikel Terkait
Warga Keluhkan Jalan Gelap, Anggaran Perawatan Lampu Hanya Rp200 Ribu per Titik Setahun
Bukan Pesta Biasa, Siswa SD di Parigi Moutong Serbu Kantor BPBD Demi Belajar Selamat
Sentilan JK Soal 'Ternak Mulyono' dan Jawaban Menunduk Jokowi, Saya Hanya Orang Kampung
Kebakaran 1000 Rumah Apung di Sandakan Malaysia, Kemlu RI Pastikan WNI Selamat
Pahitnya Perjodohan Usia 33, Menolak Staycation Berujung Hinaan Tak Perawan dan Teror