Edi Bastian menyatakan rasa syukur atas kedatangan rombongan kabupaten.
"Kehadiran Bapak Bupati di tengah tengah kita merupakan berkah tersendiri," ujar Edi saat memberi sambutan.
Ia berharap momentum ini bisa mempererat tali silaturahmi warga.
Kecamatan Tammerodo Sendana melaporkan pemotongan hewan kurban sebanyak 70 ekor sapi dan 15 ekor kambing.
Edi juga mengajak jemaah mendoakan warga Majene yang sedang menunaikan ibadah haji di tanah suci.
Ia berharap seluruh pencari berkah itu kembali ke tanah air sebagai haji mabrur.
Achmad Syukri Tammalele naik ke podium dengan senyum menyapa warganya.
Ia mengingatkan esensi kurban bukan sekadar menyembelih hewan ternak.
"Nilai utama yang ingin kita petik adalah mengikis habis sifat saling membenci di antara sesama manusia," kata Achmad Syukri.
Egoisme pribadi harus runtuh bersama darah kurban yang mengalir ke bumi.
Bupati kemudian menyelipkan pesan pembangunan di akhir pidatonya.
Ia meminta masyarakat menghidupkan kembali semangat gotong royong lokal yang dikenal dengan istilah Siwaliparri.
Visi Majene Rumah Kita hanya bisa tegak berdiri jika warga saling menopang.
Daerah yang maju mandiri dan berbudaya memerlukan pondasi religius yang kokoh.
"Untuk itu saya memohon doa dan dukungan dari Bapak dan Ibu sekalian, baik dukungan moril maupun politik," ucapnya di hadapan jemaah.
Artikel Terkait
Arti Qurban Saat Ego Mulai Lupa
Nekat Tiru Mukjizat Membelah Laut Nabi Musa, Aksi Pendeta Ini Berakhir Panik Digulung Ombak Besar
Koperasi IPR Kayuboko Sumbang Sapi Kurban dan Normalisasi Sungai di Tiga Desa Parigi Moutong
Angin Kencang Tumbangkan Pohon di Pasar Baru Parigi, Akses Jalan dan Kabel Listrik Putus Serius
Bersama Atasi Darurat Banjir Parigi Moutong, BWS Sulawesi III Pasok Bronjong dan BPBD Kirim Ekskavator