• Kamis, 4 Juni 2026

Misteri Bumi yang Terkubur, Lempeng Tektonik Pontus yang Hilang Selama 120 Juta Tahun Ditemukan di Kalimantan

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Minggu, 29 September 2024 | 07:25 WIB
Penemuan lempeng tektonik Pontus berusia 120 juta tahun di Kalimantan membuka bab baru dalam sejarah geologi Bumi. #Geologi #PenemuanBumi (Nur Rafiqa)
Penemuan lempeng tektonik Pontus berusia 120 juta tahun di Kalimantan membuka bab baru dalam sejarah geologi Bumi. #Geologi #PenemuanBumi (Nur Rafiqa)

Sulawesitoday - Bayangkan, selama 120 juta tahun, bagian dari kerak Bumi tersembunyi di bawah samudra purba. Bayangkan betapa besarnya waktu itu. Selama masa itu, dinosaurus pun datang dan pergi, benua-benua berpindah, dan iklim Bumi berubah drastis. Tapi, tak ada yang tahu bahwa di bawah semuanya, ada bagian Bumi yang hilang—hingga sekarang.

Penemuan di Kalimantan ini mengejutkan dunia ilmiah. Sebagian besar orang mungkin berpikir bahwa cerita geologi Bumi sudah selesai ditulis, tapi ternyata ada bab yang hilang, dan itu baru saja ditemukan. Lempeng tektonik Pontus, yang dulunya menjadi bagian dari benua super Pangaea, akhirnya muncul kembali ke permukaan setelah terkubur begitu lama.

Baca Juga: Fenomena Supermoon: Kenapa Bulan Terlihat Lebih Besar dan Terang?

Ini bukan sekadar penemuan kecil di dunia geologi, ini adalah temuan besar yang mengubah cara kita memandang pergerakan lempeng tektonik Bumi. Bayangkan sebuah puzzle besar yang terdiri dari ribuan keping, dan satu keping yang hilang selama 120 juta tahun, akhirnya ditemukan. Itu berarti, ada banyak pertanyaan yang kini bisa dijawab, tetapi juga lebih banyak lagi pertanyaan baru yang muncul.

Jika Anda berpikir tentang lempeng tektonik, mungkin yang terlintas adalah gempa bumi, pergeseran benua, atau gunung berapi. Tapi, apa yang membuat penemuan ini begitu penting? Ini semua tentang sejarah Bumi yang terus berubah. Ketika Pangaea terpecah, bagian-bagian kecil kerak Bumi, seperti Pontus ini, berakhir entah di mana. Pontus sendiri diyakini pernah menjadi bagian dari benua yang lebih besar, dan terpisah ketika Bumi mulai berubah bentuk.

Baca Juga: Istilah Mewing Viral di Medsos, Mampukah Mengurangi Nyeri Rahang dan Mengubah Struktur Wajah

Sekarang, bayangkan lempeng tektonik Pontus ini sebagai bagian dari teka-teki geologis yang besar. Penemuan ini bisa menjadi kunci untuk memahami lebih jauh bagaimana benua-benua di Bumi bergerak, membentuk, dan berubah selama jutaan tahun. Dan semuanya dimulai di Kalimantan.

Ilmuwan yang melakukan penelitian ini pasti tidak menyangka akan menemukan sesuatu sebesar ini. Awalnya, mereka hanya mencoba merekonstruksi pergerakan lempeng tektonik kuno di wilayah tersebut. Tapi, mereka malah menemukan jejak-jejak kerak Bumi yang telah hilang begitu lama. Ini seperti menemukan artefak kuno yang mengubah sejarah, tetapi dalam skala planet!

Baca Juga: Fosil Paus Purba yang Ditemukan di Wadi Al Hitan Memukau Peneliti dan Traveler, Netizen: Bagaimana Bisa Ada di Tengah Gurun Pasir

“Penemuan ini benar-benar memberikan perspektif baru tentang bagaimana Bumi bekerja,” ujar salah satu peneliti. “Kami kini memiliki bukti kuat bahwa ada lempeng tektonik besar yang pernah ada, tetapi telah tersembunyi di bawah samudra selama lebih dari seratus juta tahun.”

Penelitian ini bukan hanya tentang menemukan sesuatu yang hilang. Ini tentang menambahkan potongan besar ke dalam sejarah geologi yang selama ini kita pahami. Setiap bagian dari penelitian ini memberikan kita wawasan baru tentang bagaimana Bumi bekerja sebagai sistem dinamis yang selalu berubah.

Baca Juga: Perubahan Iklim Membuat Pohon Pisang Berbuah di Korea Selatan, Petani Khawatir, Netizen Malah Berkomentar Lucu

Dengan mengetahui bahwa ada lempeng tektonik yang begitu besar tersembunyi, kita jadi memahami lebih jauh tentang pergerakan benua-benua di masa lalu. Pontus bukan hanya sebuah nama untuk bagian kerak Bumi yang hilang. Ini adalah bukti bahwa pergerakan Bumi lebih kompleks dan dinamis daripada yang pernah kita bayangkan.

Lalu, apa artinya ini bagi kita? Ya, ini mungkin tidak akan mengubah cara kita hidup sehari-hari. Tapi bagi para geolog dan ilmuwan, ini adalah penemuan yang membuka pintu ke penelitian-penelitian baru. Mereka sekarang memiliki lebih banyak data untuk mempelajari pergerakan lempeng tektonik di seluruh dunia. Dan siapa tahu, mungkin penemuan ini akan membantu kita memprediksi bagaimana benua-benua akan bergerak di masa depan.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perahu Penjaga Dapur di Laut Lebo

Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:05 WIB

44 Negara Tanpa Laut, Bagaimana Mereka Bertahan?

Selasa, 28 Januari 2025 | 20:35 WIB