Sulawesitoday - Dulu mereka sobat kental. Sama-sama membidani OpenAI. Sama-sama punya visi menyelamatkan manusia dari ancaman kecerdasan buatan (AI). Kini, ceritanya lain. Elon Musk dan Sam Altman bukan lagi "bestie". Mereka justru terlibat adu sikut di panggung digital milik Musk sendiri: X,.
Laga dua raksasa teknologi ini pecah pekan lalu. Gaya bertarungnya: "Twitwar". Saling sindir secara terbuka. Saling telanjangi borok produk masing-masing.
Musk memulai serangan dengan satu kalimat pendek yang menghujam: “Jangan biarkan orang yang kalian sayang pakai ChatGPT.”. Musk membagikan ulang sebuah unggahan yang mengaitkan chatbot populer itu dengan laporan kematian tragis akibat bunuh diri. Sebuah peringatan keselamatan yang langsung menusuk jantung OpenAI.
Sam Altman tidak tinggal diam. CEO OpenAI itu meluncurkan serangan balik yang tak kalah tajam. Ia tidak hanya membela ChatGPT, tapi juga balik menyodok sisi lemah Musk: Tesla,.
“Saya hanya pernah sekali naik mobil dengan Autopilot, dan kesan pertama saya adalah itu bukan teknologi yang aman untuk dirilis Tesla,” tulis Altman dingin. Ia merujuk pada puluhan laporan kematian yang dikaitkan dengan fitur mengemudi sendiri milik Tesla.
Di mata Altman, Musk sedang bermain drama kontradiksi. Kadang Musk mengeluh ChatGPT terlalu “woke”—alias terlalu progresif dan penuh batasan politik—tapi di lain waktu Musk justru menuduh sistem itu terlalu longgar dan berbahaya,. "Sejauh ini, kamu menafsirkan 'setiap tuduhan adalah pengakuan'," sindir Altman telak.
Mengapa ini terjadi?
Di balik riuh cuitan di X, ada bara api yang lebih besar. Ini bukan sekadar urusan keselamatan pengguna. Ini urusan harga diri dan uang triliunan rupiah. Musk sedang menggugat OpenAI dan Microsoft. Nilainya fantastis: ribuan triliun rupiah,.
Musk merasa dikhianati. Ia menuding OpenAI telah menyimpang dari misi awalnya sebagai organisasi non-profit. Sementara itu, Altman justru balik menyindir Grok, chatbot buatan xAI milik Musk, yang belakangan tersandung skandal konten deepfake asusila.
Begitulah dunia teknologi tingkat tinggi. Hari ini kawan, besok lawan. Hari ini membangun visi bersama, besok saling tuntut di meja hijau dan saling sindir di media sosial,.
Hampir satu miliar orang kini menggunakan ChatGPT. Di sisi lain, ribuan satelit Starlink milik Musk terus mengitari bumi. Dua kutub ini sedang bertabrakan. Dan bagi Altman, menjaga keseimbangan antara manfaat teknologi dan perlindungan nyawa bukanlah perkara mudah, apalagi di tengah serangan mantan sahabat sendiri,.
Siapa yang menang? Belum ada. Yang pasti, drama ini belum akan berakhir selama gugatan hukum bernilai ribuan triliun itu masih berjalan di pengadilan,.
Baca Juga: Chip: Raja Kecil yang Menekuk Lutut Dunia
Artikel Terkait
Kalah Pacu AI, Apple Pilih Gemini demi Siri
iPhone Co-Pilot ATR Maros Ditemukan, Teknologi Sensor AI Smartwatch Rekam Pergerakan 13 Ribu Langkah
Selamat Tinggal Android, Kebangkitan HarmonyOS Huawei dan Ancaman Bagi Dominasi Google
Prank 80 Miliar Dolar Zuckerberg
Chip: Raja Kecil yang Menekuk Lutut Dunia