Tesla ikut terjepit. Di China mereka digerus BYD, di Eropa mereka harus melawan mobil China yang diproduksi secara lokal. Keunggulan first mover Elon Musk sudah habis di tahun 2026.
Kesimpulannya jelas: Eropa dan Tesla kalah bukan karena tidak pandai membuat mobil, tapi karena kalah cepat beradaptasi dengan aturan main baru yang ditulis oleh China.
Mereka kehilangan basis massa. Merek Eropa kini terdorong ke sudut pasar mobil mewah yang sempit. Inilah deindustrialisasi nyata yang sedang terjadi.
Apakah Eropa masih punya peluang untuk bangkit? Ataukah kita sedang menonton akhir dari dominasi Barat di jalan raya?. Waktu yang akan menjawab, tapi waktu adalah satu-satunya hal yang tidak lagi dimiliki Eropa saat ini.
Baca Juga: Platform E-GMP Kia Masuk Indonesia, Membangun Ekosistem Bukan Sekadar Jualan
Artikel Terkait
Platform E-GMP Kia Masuk Indonesia, Membangun Ekosistem Bukan Sekadar Jualan
Internet RI Tertinggal dari Thailand dan Vietnam, Apa yang Salah dengan 4G dan 5G Kita?
Rahasia Wolf Culture, Bagaimana Huawei Bangkit Menjadi Monster Teknologi Dunia
Sawes S2000, Power Bank Raksasa di Langit Cina yang Bisa Aliri Listrik 1500 Rumah
Infinix Note 8 Edge, HP Rp3 Jutaan Rasa iPhone dengan Baterai 6500 mAh Paling Tipis!