• Selasa, 21 Juli 2026

Apple Pangkas Komisi App Store China Jadi 25 Persen Setelah Tekanan Regulator Beijing

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Jumat, 13 Maret 2026 | 19:16 WIB
Apple memangkas komisi App Store di China dari 30% jadi 25% setelah tekanan regulator. Konsumen bisa hemat hampir 1 miliar yuan per tahun.
Apple memangkas komisi App Store di China dari 30% jadi 25% setelah tekanan regulator. Konsumen bisa hemat hampir 1 miliar yuan per tahun.

Media pemerintah China, Economic Daily, menyebut ini kemenangan bagi pengembang dan konsumen digital. Mereka menghitung penghematan bagi konsumen bisa mencapai hampir satu miliar yuan per tahun. Harga langganan, pembelian dalam game, donasi siaran langsung—semuanya berpotensi turun.

Dan bukan hanya pengembang China yang diuntungkan. Kebijakan ini berlaku untuk semua pengembang internasional yang aplikasinya tersedia di App Store China.

Ambil contoh Duolingo. Aplikasi belajar bahasa itu menghasilkan sekitar 50 juta dolar AS per tahun dari pasar China saja. Dengan pemangkasan komisi lima persen, mereka bisa menghemat jutaan dolar. Setiap tahun. Tanpa perlu berbuat apa-apa.

Enak sekali jadi Duolingo hari ini.

Tapi tentu saja pertanyaannya bukan soal Duolingo. Pertanyaannya lebih besar dari itu.

Apakah ini tanda bahwa model bisnis Apple—yang selama ini dianggap tak tersentuh—mulai retak?

Publik kira iya.

Selama bertahun-tahun, Apple membangun tembok tinggi di sekitar App Store. Mereka memaksa semua transaksi digital melewati pintu mereka. Mereka mengambil 30 persen. Dan siapa yang tidak setuju, tidak boleh masuk.

Model ini jalan karena Apple punya kekuatan pasar yang luar biasa. Ratusan juta pengguna iPhone yang loyal. Pengguna yang tidak akan pindah hanya karena harga aplikasi naik sedikit.

Tapi sekarang regulator di mana-mana mulai menyoal. Eropa sudah memukul. China sudah memukul. Amerika sendiri sedang bergulat dengan gugatan antimonopoli terhadap Apple.

Satu per satu, tembok itu mulai retak.

Menariknya, Apple tidak melawan. Mereka diam, lalu berubah. Tanpa drama. Tanpa konferensi pers besar. Cukup dengan pernyataan resmi yang singkat, lalu langsung berlaku.

Itulah cara perusahaan besar menyerah dengan bermartabat.

Mereka tidak minta maaf. Tidak mengakui kesalahan. Hanya bergerak. Seolah keputusan itu memang sudah direncanakan sejak lama.

Tapi kita tahu. Bishop tahu. Beijing tahu.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini