• Kamis, 4 Juni 2026

Rp306 Triliun Efisien: Hashim Bongkar Program Konyol, Dana Negara Dialihkan ke Prioritas Baru

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Minggu, 2 Maret 2025 | 13:56 WIB
Pemerintah optimalkan anggaran dengan efisiensi besar, realokasi dana ke MBG dan investasi strategis, dorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemerintah optimalkan anggaran dengan efisiensi besar, realokasi dana ke MBG dan investasi strategis, dorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Sulawesitoday - Dalam upaya pembaruan birokrasi dan penguatan ekonomi nasional, Pemerintah mengumumkan efisiensi anggaran mencapai Rp306 triliun (sekitar US$20 miliar).

Kebijakan ini dilatarbelakangi oleh Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD 2025, yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada 22 Januari 2025.

Langkah strategis ini menandai perombakan prioritas belanja negara dengan mengalihkan dana dari program-program yang dinilai tidak esensial ke sektor-sektor yang lebih produktif.

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan bahwa efisiensi tersebut bukan merupakan pemotongan anggaran secara langsung.

“Ini bukan pengurangan, melainkan realokasi dana dari program-program yang kami nilai tidak perlu – program yang pernah saya anggap konyol,” ucap Hashim dalam Economic Outlook 2025 di Westin Hotel Jakarta, Kamis (27/2/2025). Penataan ulang ini diharapkan mampu mencegah kebocoran anggaran dan memperkuat fondasi fiskal negara.

Dana yang berhasil dihemat kini dialihkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Awalnya, pemerintah telah menetapkan anggaran sebesar Rp71 triliun untuk MBG, namun dengan tambahan alokasi Rp100 triliun, program ini diproyeksikan akan semakin optimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Realokasi ini dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi hampir mencapai 2% hanya dari sektor MBG,” jelas Hashim dengan penuh keyakinan, mengutip data dari Bappenas.

Lebih jauh, Hashim mengungkapkan rencana ambisius untuk melanjutkan efisiensi sebesar US$20 miliar setiap tahunnya. Jika kebijakan ini dilaksanakan konsisten selama lima tahun, total efisiensi mencapai US$100 miliar.

“Pertumbuhan APBN tetap berjalan, namun kami bertekad menghapus kebocoran dan pengeluaran berlebih yang tidak produktif,” tambahnya, menekankan komitmen pemerintah dalam penyederhanaan belanja negara.

Selain itu, Hashim menyoroti potensi pengembangan investasi melalui lembaga Danantara. Dengan skema co-invest 50% bersama mitra asing, ekuitas US$40 miliar dapat dilipatgandakan hingga tiga hingga empat kali lipat melalui mekanisme leverage.

Proyeksi ini membuka peluang pendanaan strategis mencapai US$160 miliar per tahun, yang diharapkan mampu mendorong inovasi serta pertumbuhan sektor publik dan swasta.

Baca Juga: Ular Piton 2 Meter Muncul di Balik Kantor Kelurahan Binanga, Mamuju Jadi Sorotan

Efisiensi dan realokasi anggaran ini menjadi cermin upaya pemerintah dalam mengoptimalkan sumber daya demi masa depan yang lebih cerah dan berdaya saing tinggi.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini