• Senin, 20 Juli 2026

Ular Piton 2 Meter Muncul di Balik Kantor Kelurahan Binanga, Mamuju Jadi Sorotan

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Sabtu, 1 Maret 2025 | 20:16 WIB
Ular piton 2 meter di Mamuju, akibat perubahan habitat, mengundang kewaspadaan warga terhadap potensi bahaya.
Ular piton 2 meter di Mamuju, akibat perubahan habitat, mengundang kewaspadaan warga terhadap potensi bahaya.

Sulawesitoday - Pada 1 Maret 2025, sebuah insiden unik terjadi di balik kantor Kelurahan Binanga, Mamuju, Sulawesi Barat. Warga setempat dikejutkan oleh penampakan seekor ular piton dengan panjang mencapai 2 meter yang muncul tiba-tiba di area yang selama ini jarang dijamah manusia.

Kejadian ini segera menarik perhatian, mengingat ular piton, atau yang akrab dikenal dengan sebutan sanca kembang, merupakan salah satu spesies ular terbesar yang menghuni kawasan tropis.

Ular piton dengan nama ilmiah Malayopython reticulatus dikenal memiliki adaptasi luar biasa dalam menghadapi lingkungan alam yang beragam.

Spesies ini biasa ditemukan di hutan-hutan tropis yang lebat maupun di sekitar area permukiman yang mengalami tekanan urbanisasi. Meskipun umumnya memangsa burung, tikus, dan monyet, terdapat pula laporan bahwa ular ini kadang mendekati pemukiman untuk mencari makanan alternatif seperti ayam atau hewan peliharaan lainnya.

Beberapa pakar lingkungan menjelaskan bahwa fenomena ini tidak sepenuhnya aneh. Perubahan habitat akibat pembukaan lahan dan aktivitas manusia kian mendekatkan pertemuan antara satwa liar dengan lingkungan pemukiman.

Ular piton sendiri, yang dikenal sensitif terhadap getaran dan kebisingan, biasanya menghindari kontak dengan manusia. Namun, bila area tertentu pernah menjadi lokasi berburu yang subur, ular ini cenderung kembali meski lingkungan sudah banyak dipengaruhi aktivitas manusia.

Masyarakat setempat pun turut menunjukkan kewaspadaan. Warga di sekitar kantor Kelurahan Binanga kini semakin sigap dan menghindari area tersebut, sembari berharap pihak berwenang segera mengambil langkah preventif.

Menurut informasi awal, aparat terkait telah melakukan koordinasi dengan ahli biologi dan petugas lapangan guna memantau pergerakan ular tersebut dan memastikan keselamatan warga.

Baca Juga: Viral di Medsos, Culture Shock Orang Arab Ajak Pahami Makna Salawat Sejati

Meski tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini, penampakan ular piton berukuran besar di tengah lingkungan pemukiman kembali mengingatkan betapa pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian alam.

Para ahli mengimbau agar masyarakat tetap tenang namun waspada, serta mendukung upaya konservasi habitat alami untuk mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar.

Insiden ini menjadi cermin bagi pentingnya kehati-hatian dalam menghadapi dinamika ekosistem yang kian terdampak oleh modernisasi dan ekspansi urban.

Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday.

Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini