Sulawesitoday - Memasuki bulan suci Ramadhan 1445 H, antusiasme umat Muslim di Kota Palu dan sekitarnya semakin terasa menjelang awal ibadah puasa.
Hari Sabtu, 1 Maret 2025, ditandai dengan penetapan jadwal imsakiyah yang telah disusun dengan cermat guna memastikan setiap individu dapat menyambut sahur tepat waktu dan memulai puasa dengan penuh kesiapan spiritual.
Dalam penyusunan jadwal tersebut, waktu-waktu ibadah pun telah ditetapkan secara rinci. Imsak dimulai pada pukul 04.44 WITA, dilanjutkan dengan shalat Subuh pada pukul 04.54.
Pagi hari membawa terbitnya matahari pada pukul 06.06, kemudian waktu duha tercatat pada pukul 06.33. Menjelang tengah hari, shalat Zuhur dilaksanakan pada pukul 12.16, diikuti oleh shalat Ashar pada pukul 15.27. Menjadi puncak hari, waktu Maghrib ditetapkan pada pukul 18.20 WITA dan diakhiri dengan shalat Isya' pada pukul 19.28.
Jadwal imsakiyah ini memiliki arti yang lebih mendalam daripada sekadar panduan teknis. Waktu imsak merupakan titik kritis yang mengingatkan umat untuk menyelesaikan sahur dan bersiap memulai puasa.
Dalam nuansa keagamaan yang kental, momen ini menggugah semangat disiplin, ketekunan, dan kesabaran—nilai-nilai penting yang melekat dalam setiap ibadah puasa.
Setiap detik imsak adalah pengingat akan keharusan menata waktu dan hati, sehingga setiap langkah puasa pun diiringi oleh niat yang tulus.
Perhitungan jadwal ini mengacu pada pergerakan matahari, yakni waktu terbit dan waktu shalat subuh. Metode inilah yang membuat jadwal imsak dapat berbeda antar daerah, menyesuaikan letak geografis dan dinamika alam setempat.
Informasi ini disebarluaskan melalui berbagai saluran, mulai dari media cetak dan siaran televisi hingga aplikasi digital yang menyediakan akses mudah bagi masyarakat.
Dalam semangat Ramadhan, penyusunan jadwal imsakiyah tidak hanya berperan sebagai pedoman teknis, melainkan juga sebagai simbol kesiapan diri menyongsong keberkahan.
Umat Muslim diimbau untuk menyertai setiap detik ibadah dengan niat yang mendalam, menjadikan waktu imsak sebagai momentum perenungan dan pembaharuan spiritual.
Dengan demikian, Ramadhan 1445 H di Kota Palu menjadi ladang amal dan refleksi diri yang penuh makna, menciptakan harmoni antara disiplin waktu dan penghayatan keimanan.
Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday.
Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.
Artikel Terkait
Insiden Kekerasan di Polres Baubau: Senior Duga Aniaya Anggota, 6 Terpidana Disiplin
Tim Gabungan Cari Bocah Tujuh Tahun Hilang di Pantai Talise, Keluarga Cemas Tak Menemukan Jejak
Dana PSU Tak Cukup, KPU Diprediksi Butuh Rp 19,5 Miliar Tambahan untuk Gelar Pilkada Parigi Moutong 2024
Sinergi Aparat dan Warga, Tawuran Geng Motor di Palu Tergagalkan
Awan Menghalangi Hilal, Kemenag Sorong Pantau Gerak Bulan Menjelang Ramadan