• Kamis, 4 Juni 2026

PFI Palu Kupas Dampak AI pada Foto Jurnalistik, Etika vs Inovasi

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Kamis, 8 Mei 2025 | 00:18 WIB
Jurnalis, mahasiswa, dan fotografer berdiskusi hangat soal peran AI dalam jurnalisme foto: alat bantu, bukan pengganti nurani.
Jurnalis, mahasiswa, dan fotografer berdiskusi hangat soal peran AI dalam jurnalisme foto: alat bantu, bukan pengganti nurani.

Sulawesitoday - Pewarta Foto Indonesia (PFI) Palu bersama DOSS menggelar diskusi santai “Foto Jurnalistik dalam Perspektif AI: Kreativitas, Etika, dan Realita” pada Rabu (7/5) di Warkop Celebest Walet Jati Baru.

Acara dihadiri puluhan jurnalis, mahasiswa, dan pegiat fotografi yang antusias menimbang dampak kecerdasan buatan terhadap profesi fotografer jurnalistik.

Dewan Etik PFI Palu, Basri Marzuki, membuka perbincangan dengan menekankan bahwa AI sejatinya hanya alat bantu.

“AI mengubah cara kita menangkap momen, tapi nurani manusia-lah yang menafsirkan konteks dan emosi di balik foto,” ujarnya.

Menurut Basri, tanpa kepekaan manusia, foto jurnalistik kehilangan jati diri dan makna kemanusiaan.

Sebagai narasumber, Bea Wiharta—mantan fotografer Reuters—memaparkan pengalaman lapangan yang menegaskan pentingnya insting fotografer. Ia mencontohkan momen seekor anak gajah Sumatera bermain air bersama induknya.

“Meski AI bisa mencipta gambar menawan, mesin tak punya rasa. Saya hanya pakai AI untuk riset data; selebihnya, kameralah yang berbicara,” kata Bea.

Diskusi memasuki inti etika: keakuratan caption dan verifikasi fakta.

Bea menegaskan, “Caption yang akurat harus terkonfirmasi—sesuatu yang AI belum mampu jamin.”

Tanpa etika ini, foto jurnalistik bisa disalahgunakan, bahkan “dimatikan” oleh para pelakunya sendiri.

Peserta, termasuk jurnalis muda dan fotografer amatir, tampak antusias menyimak dan mengajukan pertanyaan. Fery, salah satu peserta, mengapresiasi forum ini.

“AI memang canggih, tapi ia produk manusia. Etika dan empati tetap tak tergantikan,” ujarnya.

Sesi tanya jawab berkembang hangat, membahas tantangan verifikasi gambar AI, potensi disinformasi, hingga peluang kolaborasi manusia-mesin.

Baca Juga: Klinik AI dan Masa Depan Redaksi, Harapan Besar AMSI Sulteng bersama DSLNG untuk Jurnalis Lokal

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini