• Selasa, 21 Juli 2026

Berani Sehat, Anggaran Rp 37 Miliar Pemprov Sulteng - Solusi Cerdas Tunggakan BPJS Rakyat Kecil

.
Aswadin, Sulawesi Today
- Senin, 21 Juli 2025 | 14:14 WIB
Pemprov Sulteng kucurkan Rp37 M untuk Berani Sehat, jamin BPJS kelas 3 gratis pakai KTP. Program sukses, jumlah pasien melonjak drastis!
Pemprov Sulteng kucurkan Rp37 M untuk Berani Sehat, jamin BPJS kelas 3 gratis pakai KTP. Program sukses, jumlah pasien melonjak drastis!

Sulawesitoday - Apakah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) serius menggenjot kesehatan masyarakatnya? Jawabannya tegas: Ya, dengan mengucurkan dana sebesar Rp 37 miliar untuk Program Berani Sehat yang menyasar langsung tunggakan BPJS pasien kelas 3.

Langkah ini bukan sekadar janji di awang-awang, melainkan sudah tertuang apik dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025-2026.

Anggaran jumbo ini, yang bersumber langsung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025, bak oase di tengah gurun bagi masyarakat kurang beruntung yang selama ini kesulitan mengakses layanan kesehatan karena terjerat tunggakan. Program ini memungkinkan mereka berobat gratis, cukup dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja.

Namun, ada satu syarat yang perlu digarisbawahi, khususnya bagi mereka yang selama ini terdaftar di kelas 1 atau 2 BPJS Kesehatan.

"Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan gratis dengan hanya menggunakan KTP, harus siap turun dari kelas 1 dan 2 ke kelas 3," terang Gubernur Sulteng, Anwar Hafid. Pesan itu ia sampaikan jelas saat bersua masyarakat kota Palu dalam acara Aqiqah, Ahad (20/7/2025) lalu.

Gubernur Anwar menambahkan, prioritas utama program ini memang terfokus pada pasien kelas 3. Pasalnya, "Karena hanya orang-orang kurang mampu atau pasien kelas 3 BPJS kesehatan yang diprioritaskan pelayanan kesehatan gratis dengan KTP."

Meski demikian, bagi pasien mandiri kelas 1 atau 2, pelayanan memadai tetap menjadi jaminan dari pihak rumah sakit.

"Dan pemprov sudah menyiapkan anggarannya bekerjasama BPJS serta kolaborasi di 12 kabupaten dan 1 kota, untuk pembayaran tunggakan BPJS bagi masyarakat pasien kelas 3 dan berlaku sampai Juli 2025 ini," lanjut Gubernur Sulteng, memberikan jaminan.

Efek positif program ini terasa bak sulap. Sebelum "Berani Sehat" diluncurkan, angka kunjungan pasien per hari di rumah sakit hanya berkisar 300-an orang. Kini, angkanya melonjak drastis, mencapai 600 hingga 700-an pasien setiap hari. Lonjakan ini bukan isapan jempol belaka.

Direktur RSUD Undata, Drg. Herri Muliuadi, dengan mantap membenarkan fenomena itu. "Sebelum ada program Berani Sehat, pasien di RSUD Undata rata-rata 300 s/d 350 per hari, tapi saat ini sejak diluncurkan program Berani Sehat berobat hanya dengan KTP pasien rata 600/700 san orang per hari."

Di balik angka Rp 37 miliar yang digulirkan, ada data lain yang menarik perhatian. PLT Kadis Kesehatan Sulteng, dr. I Wayan, saat dikonfirmasi via chat WhatsApp pada Minggu malam (20/7/2025), menyebutkan total anggaran "Berani Sehat" untuk tahun 2025 sebenarnya jauh lebih besar, mencapai Rp 66.181.123.200. Angka ini seolah membuka tabir potensi dukungan yang lebih masif lagi.

Sementara itu, konfirmasi dari pihak BPJS, dr. Anggel, masih ditunggu hingga berita ini ditayangkan. Anggaran besar dan lonjakan jumlah pasien menjadi bukti nyata komitmen Pemprov Sulteng dalam menggapai derajat kesehatan yang lebih baik bagi warganya.

Baca Juga: Program Berani Cerdas, Beasiswa Cair untuk Ratusan Mahasiswa Sulteng - Capai Rp 150 Miliar Lebih

Editor: Aswadin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini