Faktor lain yang turut berkontribusi adalah tidak memberikan lampu isyarat saat berhenti atau berbelok 4 kasus, tidak mengutamakan pejalan kaki 5 kasus, berpindah lajur sembarangan 2 kasus, dan lain-lain 4 kasus.
-
Budayakan Tertib Berlalu Lintas
Meskipun Operasi Patuh Tinombala 2025 telah berakhir, Sugeng mengajak seluruh masyarakat untuk terus membudayakan ketertiban berlalu lintas. Menurutnya, ini bukan sekedar kewajiban, tapi investasi untuk keselamatan bersama.
"Mari kita dukung upaya pemerintah dengan mensukseskan pecanangan Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Keselamatan dimulai dari diri kita sendiri," harap pria yang akrab disapa Pak Sugeng ini.
Operasi Patuh memang telah usai, namun semangat tertib berlalu lintas harus terus menyala dalam dada setiap pengguna jalan. Sebab jalan raya bukan arena balapan, melainkan ruang bersama yang harus kita jaga dengan bijak.
Artikel Terkait
KPK Bongkar Dugaan Ridwan Kamil Sembunyikan Mercedes-Benz dan Royal Enfield Lewat Nama Pegawai
Hujan Deras dan Angin Kencang Hantam Palu-Sigi Sabtu Malam, Rumah Rusak di Huntap Pombewe Bikin Warga Panik
Konflik Perbatasan Memanas, Thailand Umumkan Darurat Militer, KBRI Keluarkan Imbauan
Job Fair Sulteng 2025 Resmi Digelar 4-6 Agustus di Auditorium Untad Palu, Ribuan Lowongan Menanti
Gerak Cepat Polres Touna: Pencuri Motor Terendus CCTV dan Diringkus dalam Hitungan Jam di Ampana Kota