Sulawesitoday - Apakah malam Sabtu kemarin benar-benar menjadi mimpi buruk bagi warga Palu dan Sigi? Jawabannya tegas: ya. Cuaca ekstrem berupa hujan deras, petir menggelegar, dan angin kencang bagaikan monster tak kasat mata menerjang wilayah tersebut dengan garang.
Sabtu malam, 26 Juli 2025, menjadi saksi bisu bagaimana alam menunjukkan taringnya. Langit Sulawesi Tengah seolah murka, menumpahkan amarah lewat tiga elemen sekaligus yang membuat warga was-was setengah mati.
View this post on Instagram
Tak main-main, kawasan Hunian Tetap (Huntap) di Desa Pombewe, Kabupaten Sigi, menjadi salah satu area yang merasakan dampak paling parah. Bayangkan saja, angin kencang yang datang tiba-tiba itu memporak-porandakan lingkungan sekitar dengan brutal.
Sejumlah rumah dilaporkan mengalami kerusakan, sementara beberapa pohon yang biasanya berdiri tegak kini tumbang tak berdaya. Pemandangan yang tadinya asri berubah menjadi arena pertempuran antara manusia dan alam.
"Entah apa ini angin tornado atau angin puting beliung, barusan terjadi di Huntap Pombewe. Hujan, petir, dan angin kencang
Artikel Terkait
Gempa Tektonik 6,0 Magnitudo Landa Pantai Utara Sorong, Dua Gempa Susulan Tercatat
Gubernur Anwar Hafid Goda Investor Tiongkok dengan 6 Sektor Strategis, Sulteng Makin Diminati Asing
Program Kuota Internet Gratis Era Nadiem Diduga Korupsi, KPK Buka Penyelidikan Kerugian Negara Rp 1,5 Triliun
Seskab Teddy dan Menteri Imipas Bahas Transformasi Layanan Publik Transparan dengan 65 Ribu Pegawai
KPK Bongkar Dugaan Ridwan Kamil Sembunyikan Mercedes-Benz dan Royal Enfield Lewat Nama Pegawai