Sulawesitoday - Sebuah gestur personal yang jarang terlihat berhasil memecah ketegangan acara militer yang formal. Di tengah ribuan pasukan berseragam, Presiden RI Prabowo Subianto, pemimpin upacara, justru terlihat fokus pada hal kecil. Tepatnya, pada posisi baret yang dikenakan oleh dua tokoh penting.
Momen menarik itu terekam sesaat sebelum Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer dimulai di Lapangan Suparlan Pusdiklatpassus Batujajar, Bandung, Jawa barat. Prabowo menyalami para pejabat negara yang hadir.
Matanya menangkap sesuatu. Baret yang dikenakan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, sedikit miring. Tanpa ragu, tangan Prabowo terangkat. Baret itu dirapikan dengan sigap.
Hal serupa juga terjadi pada Ketua DPD, Sultan Najamudin. Baretnya digeser perlahan. Dua gestur sederhana itu memicu senyum. Bukan hanya dari Cak Imin dan Sultan, tetapi juga dari pejabat lain yang melihat pemandangan langka tersebut.
Suasana formal yang kaku seketika cair. Sebuah sentuhan personal dari seorang pemimpin di tengah seremoni yang megah.
Dalam sambutannya, Prabowo kemudian menjelaskan makna dibalik semua itu. Ia menyampaika alasan mengapa para pejabat tinggi mengenakan pakaian loreng militer.
"Mereka berpakain seragam," katanya, "sebagai tanda mereka ingin terlibat. Mereka mempertaruhkan diri bersama seluruh rakyat." Sebuah penegasan kuat. Bahwa dibalik perbedaan peran, ada satu kesatuan tekad.
Prabowo juga menegaskan visi pertahanan bangsa yang defensif. Wawasan kita, lanjutnya, adalah wawasan pertahanan yang hanya ingin membela.
"Kita pertahankan tiap kampung, tiap dukuh, tiap lembah, tiap bukit," tegas Prabowo. Ia menekankan, "Daripada dijajah kembali lebih baik kita mati." Sebuah pernyataan yang mengikat seluruh hadirin dalam satu tekad.
Selain itu, dalam upacara ini Prabowo menganugrahkan Tanda Pangkat Jendral Kehormatan. Ia menyematkan tanda jabatan Wakil Panglima TNI kepada Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.
Ada juga 10 penerima Tanda Pangkat Jendral Kehormatan lainnya, serta Tanda Kehormatan Bintang Sakti kepada dua penerima, dan Pangkat Kehormatan kepada satu penerima yang dinilai berdedikasi tinggi. Upacara ini juga secara resmi mengukuhkan sejumlah satuan baru TNI.
Diantaranya enam Komando Daerah Militer dan 14 Komando Daerah Angkatan Laut. Pengerahan pasukan mencapai 27.384 personel. Disokong 152 unit kendaraan taktis serta 124 alutsista. Semua demi menunjukkan kekuatan sekaligus kesiapan.
Baca Juga: Viral Biaya Royalti Musik di Struk Makan, Kafe dan Restoran Resah Kehilangan Konsumen
Momen hangat dan gestur personal di awal, lalu disambung pidato penuh semangat, menegaskan pesan penting. Di tengah parade kekuatan militer dan ketegasan sikap negara, sebuah sentuhan kecil dari seorang pemimpin menjadi pengikat.
Artikel Terkait
Diduga Intervensi Proyek Sekolah dan Rumah Sakit, Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid Disinyalir Lakukan Intimidasi
Evakuasi Dramatis 18 Pelajar di Bulu Ntongo: Tim Damkarmat Palu Ajak Warga Berpacu dengan Gelap
Kisah Jabatan Wakil Bupati Gorontalo Fadli Hasan Akhirnya Berakhir Tragis Akibat Minta Fee Proyek
Belajar dari Pemakzulan Fadli Hasan, Skenario Pemberhentian Wabup Parigi Moutong Abdul Sahid Bisa Terulang
Viral Biaya Royalti Musik di Struk Makan, Kafe dan Restoran Resah Kehilangan Konsumen