Sulawesitoday - Secarik kertas kecil bikin pengusaha kafe dan restoran resah. Kertas itu bukan bon biasa. Ia membawa beban baru bagi dunia usaha kuliner. Potensi ancaman yang bisa membuat mereka gulung tikar.
Sebuah foto struk pembayaran viral di media sosial. Tertera tagihan tak biasa di sana. Biaya royalti musik dan lagu, sebesar Rp29.140, tercetak jelas. Foto itu langsung menjadi pergunjingan. Menambah runyam kisruh royalti musik yang selama ini rumit, kini membebani para konsumen.
Banyak kafe memilih memutar suara alam. Atau membiarkan suasana sunyi. Untuk menghindar dari konflik hukum.
Namun, foto struk yang tersebar luas itu menunjukkan hal sebaliknya. Pemilik Nuka Mari Kopi di Bogor, Jawa Barat, ikut cemas.
“Kalau begini, konsumen bisa enggan datang lagi,” ujarnya. Ia membayangkan pelanggannya berpikir dua kali. Takut ada biaya tersembunyi.
Balqis, kasir di Nuka Mari Kopi, membantah struk itu milik kafe mereka. Namun, ia tak bisa menyembunyikan kekhawatiran yang sama.
“Dampak buruknya sangat besar,” katanya. Sebuah efek domino negatif. UMKM bisa tertekan, lalu gulung tikar. PHK pun tak terelakkan.
Lalu, bagaimana jalan keluarnya? Nuka Mari Kopi punya cara unik. Mereka putar lagu-lagu buatan kecerdasan buatan (AI). Tanpa perlu bayar royalti. Tanpa ada beban biaya tambahan. Solusi ini mendapat sambutan hangat. Netizen juga resah. Seorang netizen menolak membayar.
“Saya datang buat ngopi, bukan denger musik,” tulisnya. Lainnya mengeluhkan tagihan ganda. Sudah bayar pajak, kini ditambah royalti.
Kini, pelaku usaha kuliner kembali diuji. Pilihan berat kini ada di meja mereka. Berada di antara hukum, seni, dan kelangsungan hidup.
Artikel Terkait
Bupati Parimo Perintahkan OPD Tak Serahkan DPA di Luar Jalur Resmi
Diduga Intervensi Proyek Sekolah dan Rumah Sakit, Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid Disinyalir Lakukan Intimidasi
Evakuasi Dramatis 18 Pelajar di Bulu Ntongo: Tim Damkarmat Palu Ajak Warga Berpacu dengan Gelap
Kisah Jabatan Wakil Bupati Gorontalo Fadli Hasan Akhirnya Berakhir Tragis Akibat Minta Fee Proyek
Belajar dari Pemakzulan Fadli Hasan, Skenario Pemberhentian Wabup Parigi Moutong Abdul Sahid Bisa Terulang