Sulawesitoday - Gelombang transformasi melanda Kementerian Agama. Senin, 6 Januari 2025, menjadi hari bersejarah. Professor Nasaruddin Umar resmi melantik sepuluh tokoh kunci.
Lima staf khusus. Lima tenaga ahli. Semua dipilih untuk misi strategis.
Acara berlangsung khidmat di kantor pusat Kemenag. Wakil Menteri Agama Romo H.R. Muhammad Syafi'i turut menyaksikan. Momentum ini menandai era baru kebijakan keagamaan Indonesia.
-
Barisan Ahli Pilihan Menteri
Staf Khusus yang Dilantik:
Dr. Farid F. Saenong memimpin divisi pendidikan dan moderasi beragama. Gelar Ph.D-nya menjadi modal utama. Pengalaman organisasi kemasyarakatan memperkuat posisinya.
Dr. Ismail Cawidu menangani kebijakan publik. Bidang media dan hubungan masyarakat jadi fokusnya. Pengembangan SDM turut menjadi tanggungjawabnya.
Gugun Gumilar, M.A., Ph.D. mengurus kerukunan umat. Pengawasan dan kerjasama luar negeri masuk portofolionya. Latar belakang internasionalnya sangat relevan.
Nona Gayatri Nasution membawa misi reformasi birokrasi. Pendidikan dan tata kelola kelembagaan jadi andalannya. Gelar S.Si menunjukkan pendekatan saintifik.
Dr. Sutomo, S.P., M.Si. fokus hubungan kelembagaan. Pengalaman lintas sektor memperkuat kapasitasnya.
Tenaga Ahli Strategis:
Prof. Dr. Andi Salman Maggalatung memimpin bidang hukum. HAM dan kerukunan umat jadi spesialisasinya. Dosen Fakultas Syariah UIN Syahid, kredibilitasnya tak terbantahkan.
Jojon Novandri mengusung pendidikan agama. Keahlian keagamaan menjadi kekuatan utamanya. Pengalaman praktis sangat mendukung.
Junisab Akbar mengawal pengawasan ASN. Pengendalian aparatur sipil negara jadi fokus utamanya. Sistem kontrol internal diperkuat.
Mhd. Ainul Yakin mengurus hubungan antar lembaga. Koordinasi lintas instansi menjadi tugasnya. Sinergi program jadi prioritas.
Artikel Terkait
Eko Patrio Pasrahkan Nasib Politik ke Zulhas Pasca Dinonaktifkan PAN
PM Nepal Baru Sushila Karki Dipilih Lewat Discord Aktivis Gen Z
Bukti Baru Kasus Kuota Haji 2024: MAKI Ungkap Keterlibatan ART dan Tukang Pijat Dalam Rombongan Furoda
Obor Literasi Parimo Meredup, Harapan Generasi Cerdas Tetap Menyala
Disdikbud Parigi Moutong Sebut Coding AI Jadi Prioritas 2025, Evolusi Digital Guru