• Kamis, 4 Juni 2026

Subsidi BBM Malaysia Turun Drastis, Warga Cuma Bayar Rp7.800 Per Liter! Indonesia?

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Senin, 22 September 2025 | 12:44 WIB
Malaysia turunkan harga BBM RON95 jadi RM1,99 atau Rp7.800/liter. Jauh lebih murah dari Indonesia yang Rp10.000. Subsidi ketat untuk warga saja
Malaysia turunkan harga BBM RON95 jadi RM1,99 atau Rp7.800/liter. Jauh lebih murah dari Indonesia yang Rp10.000. Subsidi ketat untuk warga saja

Sulawesitoday - Bayangkan kalau kamu isi bensin. Cuma keluar uang Rp7.800 saja. Per liter lho, bukan per gelas. Kedengeran seperti mimpi kan? Tapi buat warga Malaysia, ini kenyataan mulai 30 September.

Pemerintah Negeri Jiran resmi turunin harga. RON95 bersubsidi jadi RM 1,99. Turun dari RM 2,05 sebelumnya. Lumayan banget kan selisihnya?

Kebijakan ini bukan sekadar main-main. Pemerintah Malaysia serius banget. Mereka pengen bantu rakyat. Apalagi biaya hidup lagi naik-naiknya.

  • Siapa Saja yang Bisa Nikmatin Subsidi BBM Malaysia?

Pertanyaan klasik nih biasanya. Siapa yang boleh, siapa enggak? Malaysia punya aturan ketat soal ini.

Warga negara Malaysia dengan SIM sah. Mereka berhak dapet harga murah. Tapi kalau orang asing? Maaf ya, harus bayar RM 2,60 per liter.

Sistem ini mirip seperti apartemen eksklusif. Ada yang member, ada yang tamu. Member dapet privilege khusus. Tamu bayar harga normal.

Batasan lainnya juga ada nih:

• Maksimal 300 liter per bulan per orang

• Berlaku untuk semua warga Malaysia

• Driver ojol dikasih pengecualian khusus

• Monitoring ketat lewat sistem digital

  • Kenapa Malaysia Berani Turunin Harga BBM?

Jawabannya sederhana sebenarnya. Tekanan ekonomi lagi tinggi banget. Rakyat butuh bantuan konkret. Bukan janji-janji kosong melulu.

Menteri Perdagangan Dalam Negeri Malaysia bilang gini. Kebijakan ini bagian dari reformasi subsidi. Pengen lebih tepat sasaran. Jangan sampai bocor kemana-mana.

Logikanya begini. Daripada subsidi ngalir ke orang salah. Mendingan fokus ke warga sendiri. Yang bener-bener butuh bantuan.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini