Kondisi di lapangan memang pelik. Reruntuhan membentuk struktur kompleks. Ada celah-celah kecil. Ada juga timbunan beton yang masif. Tim SAR harus memeriksa satu persatu. Mereka menggunakan peralatan pendeteksi. Anjing pelacak juga dikerahkan. Namun, semua butuh waktu.
-
Bagaimana Nasib Para Korban yang Selamat?
Tiga rumah sakit di Sidoarjo kini penuh dengan korban selamat. RS Noto Puro, RS Siti Hajar, dan RS Delta Surya menerima puluhan santri dengan kondisi beragam. Tim medis bekerja tanpa henti sejak Senin sore.
Beberapa korban mengalami luka serius. Patah tulang majemuk. Luka robek dalam. Trauma kepala. Mereka memerlukan perawatan intensif. Beberapa bahkan harus menjalani operasi darurat. Kondisi mereka masih kritis. Tim medis terus memantau perkembangan mereka.
Korban lain lebih beruntung. Mereka hanya mengalami luka ringan. Memar. Lecet. Gegar otak ringan. Namun, trauma psikologis yang mereka alami tidak bisa diabaikan. Banyak yang masih shock. Mereka menangis. Ketakutan. Tidak bisa tidur.
Psikolog telah dikerahkan untuk memberikan pendampingan. Para orang tua korban juga berdatangan ke rumah sakit. Mereka menunggu dengan cemas. Sebagian menangis tersedu-sedu. Sebagian lagi tampak frustasi menuntut penjelasan.
-
Dugaan Struktur Bangunan Bermasalah
Pertanyaan besar kini mengemuka: Kenapa bangunan itu ambruk? Dugaan awal mengarah pada struktur bangunan yang bermasalah. Nanang mengindikasikan struktur bangunan yang rapuh menjadi penyebab utama. Namun, investigasi menyeluruh masih harus dilakukan.
Apakah ada kelalaian dalam pembangunan? Apakah material yang digunakan substandar? Apakah ada pemeriksaan berkala terhadap kondisi bangunan? Pertanyaan-pertanyaan ini menuntut jawaban. Pihak berwenang harus segera mengungkap fakta sebenarnya.
Tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sidoarjo dikabarkan akan melakukan penyelidikan. Mereka akan memeriksa desain bangunan. Material yang digunakan. Proses konstruksi. Dan kondisi bangunan sebelum ambruk. Hasil investigasi ini penting untuk mencegah tragedi serupa terulang.
Sementara itu, pihak Ponpes Al Khoziny belum memberikan keterangan resmi. Mereka masih fokus membantu proses evakuasi dan mendampingi keluarga korban. Namun, tuntutan transparansi dari publik semakin keras. Masyarakat ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.
-
Operasi Pencarian Berlanjut
Matahari mulai terbit di Sidoarjo, Selasa pagi. Namun, operasi pencarian belum berhenti. Tim gabungan terus bekerja. Mereka menggunakan alat berat untuk mengangkat material. Namun, tetap hati-hati agar tidak melukai korban yang mungkin masih hidup di bawah reruntuhan.
Dua puluh enam santri masih hilang. Keluarga mereka menunggu dengan harapan tipis. Setiap menit terasa seperti jam. Setiap jam terasa seperti hari. Ketidakpastian itu menyiksa. Namun, mereka tetap berharap mukjizat bisa terjadi.
Tim SAR tidak menyerah. Mereka bekerja dalam shift. Bergantian setiap beberapa jam. Kelelahan membayangi, tapi semangat tetap membara. "Kami akan terus berupaya sampai semua korban ditemukan," tegas Johan.
Relawan dari berbagai elemen juga berdatangan. Mereka membantu menyediakan logistik. Makanan. Minuman. Selimut. Obat-obatan. Solidaritas mengalir deras. Meski tragedi ini menyedihkan, ia juga memperlihatkan sisi terbaik kemanusiaan.
Baca Juga: Selang 15 Cm Tertinggal dalam Tubuh, Pasien RSUD Batang Malah Divonis HIV Selama 7 Bulan
View this post on Instagram Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.Tags
Terkini
Polisi Usut Debt Collector Purworejo yang Ajak Korban Paksa Berhubungan Badan
Selasa, 21 Juli 2026 | 22:34 WIB Soroti SE Dirjen Pajak, Saan Mustopa Ingatkan Babinsa Bukan Penagih Pajak
Selasa, 21 Juli 2026 | 22:07 WIB OIKN Minta Tambahan Anggaran IKN Rp2,7 Triliun di Tengah Efisiensi APBN
Selasa, 21 Juli 2026 | 22:01 WIB Analisis IPR Soal Posisi Duduk Gibran Rakabuming Saat Rapat Kabinet
Selasa, 21 Juli 2026 | 21:51 WIB BPJS Ketenagakerjaan dan JAMDATUN Perkuat Penegakan Kepatuhan, Pastikan Hak Pekerja atas Jaminan Sosial Terpenuhi
Selasa, 21 Juli 2026 | 17:25 WIB Dugaan Akal-Akalan Pembelian di Atas Tarif Kepmenkes, LHP BPK Buka Harga Obatnya
Selasa, 21 Juli 2026 | 16:17 WIB Cegah Kriminalitas Malam, Pemda Parigi Moutong Aktifkan Siskamling di Seluruh Desa
Senin, 20 Juli 2026 | 21:52 WIB Reaksi Buntut Intimidasi Jurnalis, Hotman Paris Akhirnya Sampaikan Maaf Terbuka
Senin, 20 Juli 2026 | 21:42 WIB Pakar Hukum Kritik Kejagung Usai Belum Tahan Febrie Adriansyah
Senin, 20 Juli 2026 | 21:29 WIB Sindir Hotman Paris Soal Kasus Eks Jampidsus, Frank Hutapea: Sudah Setahun Tidak Saling Tegur
Senin, 20 Juli 2026 | 21:19 WIB KPK Tangkap Bupati Lombok Barat dalam OTT Kasus Suap Proyek Daerah
Senin, 20 Juli 2026 | 20:06 WIB Temuan BPK Buka Borok Pengadaan Obat di Parigi Moutong, Beli Logistik Mepet Kedaluwarsa Rp754 Juta Tanpa Sistem Pantau
Minggu, 19 Juli 2026 | 20:20 WIB Dinkes Parigi Moutong Bantah Pengadaan Obat Mahal Rugikan Daerah, Data BPK Beri Gambaran Berbeda
Minggu, 19 Juli 2026 | 03:27 WIB Dinkes Parigi Moutong Diduga Beli Obat di Atas Harga Resmi, Rugikan Daerah Rp153,26 Juta
Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:42 WIB Markas KKB Yahukimo Digerebek, Tiga Anak Buah DPO Ronal Heluka Tewas Tertembak
Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:53 WIB Viral Nakes PPPK Diintimidasi Usai Unggah Video Jalan Rusak di Media Sosial
Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:24 WIB Suara Hati Ibu di DPR, Kritik Pedas Pajak Rakyat dan Kasus Keracunan MBG
Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:50 WIB Tongkang Batu Gajah Terbalik di Jetty Labota Morowali, Operator Excavator Selamat Usai Melompat
Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:28 WIB Prabowo Subianto Tantang Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri saat Panen Raya di Malang
Jumat, 17 Juli 2026 | 23:43 WIB Guru di Aceh Barat Bertaruh Nyawa Seberangi Jembatan Tali Rusak demi Mengajar
Jumat, 17 Juli 2026 | 20:14 WIB
Artikel Terkait
BCA Mobile dan myBCA Kompak Error, Nasabah Banjir Keluhan di Senin Pagi
Sidak, Menkeu Purbaya Masuk Rapat BNI, Tolak Kursi Kehormatan - Pilih Duduk Bareng Direksi di Tengah Meja
Ipar Jokowi Billy Haryanto Dipanggil KPK Sebagai Saksi Korupsi Kereta Api, Jejak Suap Rp27,9 Miliar Terbongkar
Putusan Bulat MK Hapus Kewajiban Tapera, Program Tabungan Perumahan Kini Bersifat Sukarela
Selang 15 Cm Tertinggal dalam Tubuh, Pasien RSUD Batang Malah Divonis HIV Selama 7 Bulan