• Selasa, 21 Juli 2026

Mushala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk Saat Salat Ashar, 100 Santri Jadi Korban 1 Meninggal Dunia

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Selasa, 30 September 2025 | 12:20 WIB
Musala Ponpes Al Khoziny ambruk saat salat Ashar, 100 santri jadi korban, 1 meninggal, 26 hilang. Proses evakuasi terus berlanjut.
Musala Ponpes Al Khoziny ambruk saat salat Ashar, 100 santri jadi korban, 1 meninggal, 26 hilang. Proses evakuasi terus berlanjut.

Kondisi di lapangan memang pelik. Reruntuhan membentuk struktur kompleks. Ada celah-celah kecil. Ada juga timbunan beton yang masif. Tim SAR harus memeriksa satu persatu. Mereka menggunakan peralatan pendeteksi. Anjing pelacak juga dikerahkan. Namun, semua butuh waktu.

  • Bagaimana Nasib Para Korban yang Selamat?

Tiga rumah sakit di Sidoarjo kini penuh dengan korban selamat. RS Noto Puro, RS Siti Hajar, dan RS Delta Surya menerima puluhan santri dengan kondisi beragam. Tim medis bekerja tanpa henti sejak Senin sore.

Beberapa korban mengalami luka serius. Patah tulang majemuk. Luka robek dalam. Trauma kepala. Mereka memerlukan perawatan intensif. Beberapa bahkan harus menjalani operasi darurat. Kondisi mereka masih kritis. Tim medis terus memantau perkembangan mereka.

Korban lain lebih beruntung. Mereka hanya mengalami luka ringan. Memar. Lecet. Gegar otak ringan. Namun, trauma psikologis yang mereka alami tidak bisa diabaikan. Banyak yang masih shock. Mereka menangis. Ketakutan. Tidak bisa tidur.

Psikolog telah dikerahkan untuk memberikan pendampingan. Para orang tua korban juga berdatangan ke rumah sakit. Mereka menunggu dengan cemas. Sebagian menangis tersedu-sedu. Sebagian lagi tampak frustasi menuntut penjelasan.

  • Dugaan Struktur Bangunan Bermasalah

Pertanyaan besar kini mengemuka: Kenapa bangunan itu ambruk? Dugaan awal mengarah pada struktur bangunan yang bermasalah. Nanang mengindikasikan struktur bangunan yang rapuh menjadi penyebab utama. Namun, investigasi menyeluruh masih harus dilakukan.

Apakah ada kelalaian dalam pembangunan? Apakah material yang digunakan substandar? Apakah ada pemeriksaan berkala terhadap kondisi bangunan? Pertanyaan-pertanyaan ini menuntut jawaban. Pihak berwenang harus segera mengungkap fakta sebenarnya.

Tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sidoarjo dikabarkan akan melakukan penyelidikan. Mereka akan memeriksa desain bangunan. Material yang digunakan. Proses konstruksi. Dan kondisi bangunan sebelum ambruk. Hasil investigasi ini penting untuk mencegah tragedi serupa terulang.

Sementara itu, pihak Ponpes Al Khoziny belum memberikan keterangan resmi. Mereka masih fokus membantu proses evakuasi dan mendampingi keluarga korban. Namun, tuntutan transparansi dari publik semakin keras. Masyarakat ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.

  • Operasi Pencarian Berlanjut

Matahari mulai terbit di Sidoarjo, Selasa pagi. Namun, operasi pencarian belum berhenti. Tim gabungan terus bekerja. Mereka menggunakan alat berat untuk mengangkat material. Namun, tetap hati-hati agar tidak melukai korban yang mungkin masih hidup di bawah reruntuhan.

Dua puluh enam santri masih hilang. Keluarga mereka menunggu dengan harapan tipis. Setiap menit terasa seperti jam. Setiap jam terasa seperti hari. Ketidakpastian itu menyiksa. Namun, mereka tetap berharap mukjizat bisa terjadi.

Tim SAR tidak menyerah. Mereka bekerja dalam shift. Bergantian setiap beberapa jam. Kelelahan membayangi, tapi semangat tetap membara. "Kami akan terus berupaya sampai semua korban ditemukan," tegas Johan.

Relawan dari berbagai elemen juga berdatangan. Mereka membantu menyediakan logistik. Makanan. Minuman. Selimut. Obat-obatan. Solidaritas mengalir deras. Meski tragedi ini menyedihkan, ia juga memperlihatkan sisi terbaik kemanusiaan.

 Baca Juga: Selang 15 Cm Tertinggal dalam Tubuh, Pasien RSUD Batang Malah Divonis HIV Selama 7 Bulan

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Sulawesitoday.com (@sulawesitoday)

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini