• Rabu, 22 Juli 2026

Ponpes Al Khoziny: 52 Meninggal, 14 Hilang, Gedung Miring Hambat Evakuasi - Ahli ITS Dilibatkan

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Senin, 6 Oktober 2025 | 09:59 WIB
Evakuasi Ponpes Al Khoziny menemukan 49 korban tewas. Gedung lama miring jadi kendala. Presiden instruksikan evaluasi nasional ponpes.
Evakuasi Ponpes Al Khoziny menemukan 49 korban tewas. Gedung lama miring jadi kendala. Presiden instruksikan evaluasi nasional ponpes.

Sulawesitoday - Debu masih menyelimuti reruntuhan. Tim SAR belum berhenti berpacu dengan waktu. Hingga Minggu malam, 5 Oktober 2025, pencarian korban ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo mencatat angka memilukan: 52 orang dinyatakan tewas.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru. Selain 49 jenazah utuh, tim menemukan lima potongan tubuh manusia terpisah. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi angka tersebut dalam keterangan resminya.

"Akumulasi korban meninggal mencapai 49 jiwa," ujar Abdul. Nada suaranya datar. Namun angka itu sendiri berbicara keras.

Seluruh jenazah kini berada di RS Bhayangkara Surabaya. Proses identifikasi berlangsung intensif. Keluarga korban menanti dengan cemas. Setiap nama yang dipanggil membawa tangis baru.

Data lapangan menunjukkan 14 orang masih hilang. Sementara itu, 104 santri berhasil selamat dari reruntuhan. Enam orang masih dirawat intensif. Sembilan puluh tujuh lainnya sudah pulang. Satu orang telah dipulangkan lebih awal.

  • Apa Kendala Terbesar dalam Evakuasi?

Puing-puing bukan satu-satunya musuh tim SAR. Ancaman baru muncul dari gedung tua di sisi selatan. Bangunan lama itu terhubung langsung dengan reruntuhan. Posisinya miring berbahaya.

Jika dipaksa dibongkar, gedung itu bisa ambruk. Reruntuhan baru akan menimbun korban yang belum ditemukan. Tim SAR menunda pembongkaran total. Keputusan sulit harus diambil.

"Kondisi gedung sangat kritis," kata sumber di lapangan. Setiap langkah harus diperhitungkan matang. Nyawa tim penyelamat juga dipertaruhkan.

Untuk meminimalisir risiko, konsultan ahli dihadirkan. Institut Teknologi Surabaya (ITS) mengirim timnya. Mereka bertugas membuat kalkulasi teknis presisi. Rekomendasi mereka akan menentukan langkah selanjutnya.

Abdul Muhari menjelaskan strategi yang diambil. "Tim wajib membuat penahan gedung lama," ungkapnya. Struktur penahan itu akan menjaga stabilitas. Proses pemotongan pun bisa dilakukan aman.

Langkah tersebut memakan waktu. Namun keselamatan lebih penting dari kecepatan. Pelajaran dari tragedi serupa di masa lalu tidak boleh terulang.

  • Bagaimana Respons Pemerintah Pusat?

Presiden Prabowo Subianto tidak tinggal diam. Tragedi Ponpes Al Khoziny memicu alarm nasional. Menteri Sekretariat Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan instruksi tegas dari presiden.

"Evaluasi menyeluruh ke semua pondok pesantren," kata Prasetyo di Jakarta, Minggu kemarin. Pemerintah akan mendata infrastruktur seluruh ponpes di Indonesia. Keamanan bangunan menjadi prioritas utama.

Prasetyo menegaskan presiden terus memantau situasi. Politisi Gerindra itu mengaku presiden berkali-kali meminta update. Para menteri dan gubernur diminta turun langsung. Kebutuhan korban dan keluarga harus dipenuhi segera.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini