• Senin, 20 Juli 2026

Sirine Tak Henti, 12 Jenazah Baru Dievakuasi dari Puing Musala Al Khoziny

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Minggu, 5 Oktober 2025 | 15:16 WIB
Tim SAR temukan 12 jenazah baru di reruntuhan musala Al Khoziny Sidoarjo. Total korban 37 jiwa. Operasi evakuasi hari ke-7 hadapi kendala
Tim SAR temukan 12 jenazah baru di reruntuhan musala Al Khoziny Sidoarjo. Total korban 37 jiwa. Operasi evakuasi hari ke-7 hadapi kendala

Sulawesitoday - Suara sirine memecah keheningan pagi. Ambulance terus mondar-mandir sejak subuh tadi. Jenazah korban insiden runtuhnya gedung musala Pondok Pesantren Al Khoziny kembali ditemukan. Minggu (5/10) dini hari hingga siang, operasi pencarian belum juga usai.

Dari pukul 06.30 hingga 12.00 WIB, tim Search and Rescue gabungan berhasil mengangkat 12 jenazah santri. Satu potongan tubuh manusia juga ditemukan. Reruntuhan bangunan empat lantai itu masih menyimpan cerita kelam. Pesantren tertua di Jawa Timur ini kehilangan begitu banyak.

Angka korban meninggal kini mencapai 37 orang. Dua potongan tubuh terpisah turut ditemukan. Sementara 26 orang masih hilang. Atau mungkin lebih. Atau bisa jadi kurang. Data absensi santri dari pihak ponpes memang belum pasti kebenarannya.

  • Kapan Data Korban Benar-Benar Valid?

Deputi 3 BNPB, Budi, menjelaskan soal kepastian angka. "Data baru akurat setelah semua puing terangkat," katanya tegas. Hingga menyentuh tanah lantai dasar. Saat itulah pencarian berakhir. Saat itulah hitungan final keluar.

Potensi perubahan angka masih sangat terbuka. Naik atau turun, semua mungkin terjadi. Reruntuhan beton masih menutupi banyak area. Misteri di balik puing belum terkuak sepenuhnya.

Mayoritas jenazah ditemukan di lantai satu bagian utara. Tepat setelah 60 persen reruntuhan berhasil dibersihkan. Tim bergerak cepat namun tetap hati-hati. Setiap inci puing diperiksa dengan teliti.

  • Apa Kendala Terbesar dalam Evakuasi?

Satu masalah serius muncul kemudian. Ada beton yang menempel dengan gedung sebelah. Struktur itu terhubung dengan bangunan lain. Membongkarnya berisiko merobohkan gedung tetangga.

BNPB segera meminta bantuan ahli struktural dari Institut Teknologi Surabaya. Investigasi forensik bangunan harus dilakukan dulu. Rekomendasi ilmiah diperlukan sebelum melanjutkan pembongkaran. "Kami tak mau gedung lain ikut rubuh," ujar Budi dengan nada was-was.

Tim ITS akan turun langsung ke lokasi. Mereka akan memberi petunjuk teknis pada petugas lapangan. Langkah ini krusial untuk keselamatan semua pihak.

Hari ketujuh operasi SAR dimulai. Tim bekerja tanpa henti selama 24 jam. Bergantian setiap tiga jam sekali. Kelelahan mulai terlihat jelas di wajah para personel.

Beberapa petugas mengeluh gatal-gatal di kulit. Stamina mereka mulai terkikis perlahan. Tujuh hari mengangkat puing berat bukan perkara mudah. Tubuh mereka menjerit minta istirahat.

Dinas Kesehatan langsung merespons keluhan tersebut. Suplemen vitamin dibagikan kepada semua personel. Penanganan khusus untuk gejala gatal juga diberikan. "Kami jaga stamina mereka tetap prima," kata juru bicara Dinkes.

  • Apakah Jenazah yang Membusuk Menularkan Penyakit?

Pertanyaan ini menjadi kekhawatiran banyak pihak. Jenazah korban sudah memasuki hari ketujuh. Proses pembusukan tentu sudah terjadi. Namun BNPB memberikan penjelasan yang menenangkan.

Secara umum, jenazah tidak menularkan penyakit secara langsung. HIV, TBC, atau COVID-19 tak menyebar lewat kontak fisik dengan jasad. Gas dan cairan berbau memang keluar, tapi bukan vektor penyakit menular.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini