• Selasa, 21 Juli 2026

Pemerintah Gelontorkan Rp1,4 Triliun, Tambah 80 Ribu Kuota Magang Nasional

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Sabtu, 18 Oktober 2025 | 20:06 WIB
Mensesneg Prasetyo Hadi umumkan tambahan 80.000 kuota Magang Nasional dengan anggaran Rp1,4 triliun. Psikologi jadi jurusan favorit.
Mensesneg Prasetyo Hadi umumkan tambahan 80.000 kuota Magang Nasional dengan anggaran Rp1,4 triliun. Psikologi jadi jurusan favorit.

Sulawesitoday - Anggaran fantastis disiapkan pemerintah. Rp1,4 triliun dikucurkan November mendatang. Target: menambah 80.000 kursi program Magang Nasional.

Pengumuman datang dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Jumat 17 Oktober 2025. Langkah ini menjawab keluhan klasik para sarjana muda. "Butuh pengalaman untuk kerja, tapi bagaimana dapat pengalaman kalau belum pernah bekerja?" 

Paradoks itu kini dijawab dengan ekspansi masif program yang sebelumnya hanya menampung 20.000 peserta gelombang pertama.

"Akan kita jalankan di bulan depan November. Itu kurang lebih Rp1,4 triliun," tegas Prasetyo di Jakarta. Nada bicaranya datar namun tegas. Angka triliunan bukan main-main.

Psikologi Jadi Primadona, Industri dan Bisnis Menyusul

Hampir semua sektor kebanjiran pendaftar. Namun satu bidang mencuri perhatian paling banyak: psikologi. 

Mengejutkan memang. Sektor yang dulu dianggap "kurang komersil" ini justru paling diburu. Prasetyo mengonfirmasi, bidang psikologi memimpin animo peserta. Disusul sektor industri dan manajemen bisnis di posisi kedua dan ketiga.

BUMN dan perusahaan swasta nasional jadi tujuan favorit. Peserta berburu nama besar untuk portofolio. Strategi pragmatis generasi muda yang sadar pentingnya "brand" di CV mereka.

  • Kenapa Fresh Graduate Susah Dapat Kerja?

Pertanyaan ini sering mengganggu tidur para orang tua. Anak sudah lulus sarjana. IPK bagus. Tapi lamaran ditolak berulang kali.

Prasetyo membedah akar masalahnya dengan lugas. "Kalau selama ini untuk melamar pekerjaan biasanya dipersyaratkan harus memiliki pengalaman, ini kan menyulitkan," katanya.

Logikanya sederhana namun menjerat. Perusahaan minta pengalaman. Fresh graduate tidak punya pengalaman. Lingkaran setan yang tak berujung.

"Kalau kita tidak memiliki terobosan maka generasi selanjutnya akan sulit mencari pekerjaan," tambah Prasetyo. Nada bicaranya mengandung keprihatinan. Bukan sekedar retorika politik.

Program Magang Nasional hadir sebagai jembatan. Menghubungkan dunia kampus dengan realitas lapangan kerja. Memutus rantai persyaratan yang paradoksal itu.

  • Berapa Uang Saku yang Diterima Peserta?

Pertanyaan paling praktis dari calon peserta: berapa dibayarnya? 

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sudah memberikan jawabannya sejak 11 Oktober lalu. Peserta akan menerima uang saku setara Upah Minimum Kota atau Kabupaten (UMK) tempat mereka ditempatkan.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini