• Kamis, 4 Juni 2026

Asrama Pesantren di Bireuen Ambruk, Kerugian Ditaksir Rp6 Miliar

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Kamis, 27 November 2025 | 19:51 WIB
Asrama pesantren di Bireuen roboh akibat banjir. Kerugian Rp6 miliar. 329 santri dievakuasi. Tembok pengaman 2016 tidak sesuai standar.
Asrama pesantren di Bireuen roboh akibat banjir. Kerugian Rp6 miliar. 329 santri dievakuasi. Tembok pengaman 2016 tidak sesuai standar.

Sulawesitoday - Bangunan asrama santri roboh ke sungai. Dayah Najmul Hidayah Al-Aziziyah kehilangan gedung. Banjir bandang menjadi pemicu utama. Longsor menggerus fondasi bangunan bertingkat.

Insiden terjadi di Meunasah Subung, Kabupaten Bireuen, Aceh. Ratusan santri kehilangan tempat tinggal. Kerugian material mencapai angka fantastis. Taksiran awal menyebut Rp6 miliar lenyap begitu saja.

Tgk Adli Abdullah, Pembina Dayah, mengkonfirmasi kejadian itu. Pernyataan resmi disampaikan di Banda Aceh. Kamis, 27 November 2025 menjadi saksi. "Alhamdulillah, tidak ada korban," ucapnya dengan nada lega. "Santri sudah diungsikan dari semalam ke masjid pesantren."

Evakuasi berjalan cepat dan terorganisir. Sebanyak 329 santri putra dipindahkan. Masjid pesantren menjadi tempat penampungan darurat. Namun, tantangan baru segera muncul di depan mata.

Apa yang Dibutuhkan Santri Pasca-Evakuasi?

Kebutuhan mendesak segera menumpuk. Pasokan logistik menjadi prioritas utama. Adli menjelaskan situasi dengan gamblang.

"Kita butuh dapur darurat," katanya tegas. "Pakaian pengganti juga mendesak untuk 329 orang." Santri kehilangan hampir semua barang pribadi. Sebagian besar pakaian tertimbun reruntuhan. Perlengkapan sekolah ikut musnah ditelan bencana.

Koordinasi bantuan terus dilakukan pihak pesantren. Relawan mulai berdatangan membawa bantuan. Namun, volume kebutuhan jauh lebih besar. Pesantren membutuhkan dukungan berkelanjutan, bukan sekadar bantuan sesaat.

Mengapa Asrama Santri Bisa Roboh?

Pertanyaan ini mengemuka di tengah masyarakat. Bangunan permanen seharusnya kuat menahan cuaca. Namun realita berkata lain kali ini.

Hujan deras mengguyur Aceh sepekan terakhir. Intensitas tinggi tanpa henti-hentinya. Sembilan kabupaten mengalami banjir dan longsor. Air sungai meluap melampaui batas normal. Debit air meningkat drastis dalam hitungan jam.

Lokasi asrama memang berada di tepi sungai. Tgk Tarmizi M Daud Al Yusufy, atau Waled Ar, memimpin dayah tersebut. Posisi strategis dekat sumber air ini ternyata menyimpan risiko tersembunyi.

"Longsor disebabkan batu gajah yang dipasang tidak sesuai," ujar Adli dengan nada kritis. Pengaman tebing sungai gagal menahan tekanan. Arus deras menghancurkan struktur pelindung. Fondasi gedung pun ikut tergerus hingga runtuh.

Kapan Tembok Pengaman Sungai Dibangun?

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini