Jejak permasalahan muncul sejak tahun 2016. Tembok pengaman sungai dibangun saat itu. Material yang digunakan adalah batu gajah. Namun, spesifikasi pembangunan dipertanyakan sejak awal.
Adli menegaskan tembok itu tidak sesuai standar. "Sudah dilakukan proses hukum," jelasnya. "Terpidananya sudah menjalani hukuman." Kasus ini pernah menjadi perhatian aparat. Seseorang telah dipidana atas kelalaian pembangunan.
Tahun itu juga, tembok sempat jebol. Banjir bandang melanda Sungai Krueng Batee Iliek. Kerusakan pertama menjadi pertanda bahaya. Namun, perbaikan yang dilakukan tetap tidak memadai. Standar konstruksi diabaikan demi efisiensi biaya.
Kini, harga ketidaksesuaian itu harus dibayar mahal. Kerugian Rp6 miliar bukan angka kecil. Ratusan santri kehilangan tempat belajar dan tinggal. Mimpi menuntut ilmu terancam terganggu.
Berapa Banyak Pesantren Rawan Ambruk di Indonesia?
Kasus Bireuen bukan kejadian tunggal. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, atau Cak Imin, pernah mengungkap fakta mengejutkan.
Melalui call center 158, laporan terus berdatangan. "Sampai hari ini sudah 80-an," kata Cak Imin di Kemayoran, Jakarta Pusat. Pernyataan itu disampaikan pada 14 Oktober 2025 lalu. "Ya kerawanan, intinya kerawanan ambruk."
Jawa menyumbang laporan terbanyak. Aceh dan Kalimantan menyusul di posisi berikutnya. Ratusan ribu santri berpotensi terancam bahaya. Bangunan usang, konstruksi abal-abal, dan lokasi rawan bencana menjadi faktor utama.
Cak Imin menjanjikan verifikasi menyeluruh. "Kita verifikasi untuk segera kita audit," tegasnya. Audit mendalam akan dilakukan terhadap semua laporan. Namun, pertanyaannya adalah: apakah audit ini cukup cepat mencegah tragedi berikutnya?
Baca Juga: Prabowo Perintahkan Tindak Tegas Tambang Ilegal di Morowali, Bahlil: Tak Ada Ampun
Artikel Terkait
Transformasi Digital Perlindungan Pekerja, BPJS Parimo Dorong Maksimalkan Fitur JMO hingga Program MLT BTN
Sumut Lumpuh, Banjir Bandang dan Longsor Putuskan 2 Jembatan - Ribuan KK Terdampak di 9 Kecamatan
Rais Aam PBNU Copot Gus Yahya dari Kursi Ketum, Skandal Narasumber Zionis Jadi Pemicu Utama
Hak Istimewa Presiden, Mengapa Rehabilitasi Ira Puspadewi Berbeda dengan Abolisi Tom Lembong?
Prabowo Perintahkan Tindak Tegas Tambang Ilegal di Morowali, Bahlil: Tak Ada Ampun