Pemulihan Aceh bukan sprint jarak pendek. Ini adalah maraton panjang yang membutuhkan napas panjang, ketahanan mental, dan suplai BBM yang memadai. Tanpa ketiganya, upaya pemulihan hanya akan menjadi mimpi di siang bolong.
Kini, mata tertuju pada pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Akankah mereka mampu memastikan pasokan BBM mengalir lancar? Akankah infrastruktur pulih dalam waktu dekat? Atau akankah krisis ini berlarut hingga menelan korban lebih banyak?
Yang pasti, masyarakat Aceh tidak punya banyak waktu untuk menunggu janji. Mereka butuh tindakan nyata. Mereka butuh BBM. Mereka butuh jalan yang bisa dilalui. Dan mereka butuh harapan bahwa pemulihan bukan sekadar wacana di atas kertas.
Baca Juga: Lempar Beras dari Helikopter untuk Korban Bencana Aceh Menuai Kritik Pedas DPR
Artikel Terkait
Mahfud MD Bongkar Dugaan Kolusi Izin Tambang di Balik Rentetan Bencana Sumatera
Marah Besar, Video Truk Kayu Gelondongan Pasca-Bencana Bikin Titiek Soeharto Semprot Menteri Kehutanan
Dua Dekade Dua Bencana, Fenomena Masjid-Masjid Aceh yang Selamat dari Murka Alam
Lempar Beras dari Helikopter untuk Korban Bencana Aceh Menuai Kritik Pedas DPR
Anggota DPR Kritik Keras Menkeu, Kaltim Dipotong 73 Persen, Provinsi Lain Cuma Seperempat