• Selasa, 21 Juli 2026

Seperti Tsunami Kedua, Prabowo Tinjau Langsung Banjir Aceh yang Terisolasi

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Minggu, 7 Desember 2025 | 17:39 WIB
Banjir Aceh November 2025 disebut tsunami kedua. Prabowo beri instruksi tegas: pulihkan listrik dalam 2 hari, fokus daerah terisolasi.
Banjir Aceh November 2025 disebut tsunami kedua. Prabowo beri instruksi tegas: pulihkan listrik dalam 2 hari, fokus daerah terisolasi.

Istilah "tsunami kedua" bukan hiperbola kosong. Bagi warga Aceh, banjir November 2025 ini membangkitkan memori pahit 21 tahun silam.

Desember 2004 lalu, tsunami dahsyat menghantam Aceh. Ratusan ribu nyawa melayang dalam sekejap. Kehancuran total melanda pesisir barat Aceh.

Banjir kali ini memang bukan tsunami literal. Tidak ada gempa, tidak ada gelombang tinggi dari laut. Namun dampaknya hampir serupa: kehancuran masif, korban jiwa, dan trauma mendalam.

Air datang dengan tiba-tiba di tengah malam. Warga terbangun dalam kepanikan. Rumah tersapu arus dalam hitungan menit. Tidak ada waktu untuk menyelamatkan harta benda.

"Ini seperti tsunami lagi," ujar seorang warga kepada tim penyelamat. Kalimat itu kemudian menyebar luas, menjadi sebutan tidak resmi untuk bencana November 2025 ini.

Psikolog trauma mencatat fenomena menarik. Warga yang selamat dari Tsunami 2004 mengalami gejala PTSD yang kambuh. Suara air deras memicu panik mendalam.

Prabowo sendiri tampaknya memahami sensitivitas situasi ini. Dalam beberapa kesempatan, ia menekankan pentingnya pendampingan psikologis bagi korban.

Sebelum berangkat ke Aceh, Prabowo sempat meminta maaf kepada para menterinya. Rapat di akhir pekan memang sudah jadi kebiasaan. "Saya berniat 2026 tidak lagi manggil Sabtu-Minggu," katanya pada 28 November lalu.

Namun niat itu dibatalkan. Seseorang mengirim video klip kepadanya. Anak-anak sekolah menyeberangi sungai tanpa jembatan layak. "Jadi ya terpaksa ditunda lagi," ujarnya dengan nada menyesal.

Bagaimana SBY Merespons Tsunami 2004?

Respons Prabowo terhadap bencana Aceh mengingatkan pada langkah serupa dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 21 tahun lalu.

Saat Tsunami Aceh terjadi pada 26 Desember 2004, SBY sedang berada di Jayapura. Kunjungan kerja ke Papua untuk perayaan Natal dan meninjau Nabire yang baru tertimpa bencana.

Berita tsunami datang di tengah malam. Informasi sangat minim, komunikasi dengan Aceh terputus total. "Ya Allah, musibah apa ini," tulis SBY dalam unggahan Facebook tahun 2018, mengenang momen itu.

SBY segera mencoba menghubungi Wakil Presiden Jusuf Kalla. "Nampaknya ini bukan bencana alam biasa," katanya. "Sesuatu yang besar."

Di Wisma Gubernur Papua, tengah malam itu juga, SBY menggelar rapat kabinet terbatas darurat. Menteri-menteri yang mendampinginya di Papua diundang hadir. Situasi sangat genting, keputusan harus diambil cepat.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini