Angka pasti belum dirilis secara resmi. BNPB masih melakukan pendataan komprehensif. Namun perkiraan awal sudah sangat mencengangkan.
Delapan belas kabupaten terdampak. Ratusan ribu warga mengungsi. Ribuan rumah hancur total. Puluhan ribu hektare sawah terendam.
Kerugian ekonomi diperkirakan mencapai triliunan rupiah. Belum termasuk kerugian non-material: trauma psikologis, gangguan pendidikan, dan dampak kesehatan jangka panjang.
Beberapa kabupaten seperti Aceh Barat, Aceh Selatan, dan Aceh Tenggara mengalami kerusakan terparah. Infrastruktur jalan hampir seluruhnya lumpuh.
Sektor pertanian juga terpukul hebat. Aceh adalah salah satu lumbung padi nasional. Banjir ini datang tepat di musim panen. Petani kehilangan seluruh hasil kerja keras mereka.
Industri pariwisata ikut terdampak. Beberapa destinasi wisata alam mengalami kerusakan parah. Pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu bertahun-tahun.
PLN mencatat lebih dari 200.000 pelanggan kehilangan aliran listrik. Jaringan transmisi di beberapa titik rusak berat. Tower-tower listrik roboh diterjang longsor.
Pertamina melaporkan gangguan distribusi BBM ke 12 kabupaten. Beberapa SPBU terendam air, pompa rusak. Jalur transportasi BBM terputus.
Bank Indonesia cabang Aceh memperkirakan inflasi lokal akan melonjak dalam beberapa bulan ke depan. Pasokan barang terganggu, harga-harga naik.
Baca Juga: Bencana Banjir Sumatera Tewaskan 916 Orang, 274 Hilang - Aceh Paling Parah dengan 795 Ribu Pengungsi
Artikel Terkait
23 Izin Tambang di Tiga Provinsi Terancam Dicabut Pasca Banjir Besar Sumatera
WALHI Bongkar Fakta Miris, Perusahaan Tambang Abaikan Reklamasi - Sawit Malah Menggurita di Lahan Bekas Galian
Mekanisme At Cost Jadi Senjata BGN Cegah PHK Relawan Dapur di Tengah Penyusutan Penerima Manfaat MBG
Prabowo Jadikan Sawit Senjata Energi di Tengah Ancaman Perang Global
Bencana Banjir Sumatera Tewaskan 916 Orang, 274 Hilang - Aceh Paling Parah dengan 795 Ribu Pengungsi