Mungkin inilah yang membuat video-video seperti ini viral. Bukan karena sensasional. Bukan karena dramatis. Tapi karena murni. Karena mengingatkan kita pada sesuatu yang hampir terlupakan.
Bahwa di tengah bencana, masih ada cahaya. Datang dari tempat yang paling tak terduga. Dari tangan anak kecil. Yang memegang setengah karung rambutan. Dan hati yang penuh.
Kisah ini menampar kita yang jauh dari bencana. Yang punya lebih banyak. Tapi mungkin berbagi lebih sedikit. Pertanyaannya sederhana: jika mereka yang kehilangan segalanya masih bisa memberi, apa alasan kita untuk pelit?
Jawabannya, silakan cari sendiri.
Baca Juga: Krisis Gas LPG di Takengon, Warga Berburu Kayu Hanyut di Sungai untuk Nyalakan Dapur
Artikel Terkait
Ancaman Meluas ke Pejabat Tinggi, Kejagung Siap Usut Pimpinan dalam Kasus Pemerasan Jaksa Rp914 Juta
Viral Video Kepala BGN Main Golf, Ternyata Galang Dana Korban Bencana Sumatera
Seribu Relawan BUMN Dikerahkan, Danantara Buktikan Tanggung Jawab Kebangsaan di Tengah Bencana Sumatera
Kantor Polsek Muara Batang Gadis Hangus Dibakar Massa, Dipicu Pelepasan Terduga Pengedar Narkoba
Krisis Gas LPG di Takengon, Warga Berburu Kayu Hanyut di Sungai untuk Nyalakan Dapur