Sulawesitoday - Setengah karung rambutan merah. Dipikul anak remaja. Di tengah genangan banjir yang belum surut sepenuhnya.
Video itu viral. Diunggah akun @yuuniayuni pada Sabtu, 20 Desember 2025. Memperlihatkan momen tak terduga. Seorang anak pengungsi mendatangi relawan. Bukan minta bantuan. Justru memberi.
"Masya Allah kami dikasih nih sama anak-anak pengungsi, baik sekali. Barter sama roti nggak usah katanya," tulis pemilik akun dalam keterangan video.
Kondisi Aceh masih sulit. Logistik terbatas. Akses jalan terputus. Namun kerelaan berbagi justru muncul dari mereka yang terdampak. Bukan dari mereka yang datang menolong.
Rambutan Tanpa Syarat, Uang pun Ditolak?
Anak itu tegas. Rambutan boleh diambil. Tanpa imbalan apapun.
Relawan mencoba barter dengan roti. Ditolak halus. Bahkan saat ditawari uang untuk jajan, jawabanya tetap sama.
"Kami inisiatif minta beli biar dia ada uang jajan, dia tetap jawab, 'Ambil aja kak kalau mau, nggak apa-apa, nggak usah beli,'" ungkap pengunggah video.
Sikap itu bukan kebetulan. Menurut keterangan lebih lanjut, warga pengungsi di Geudumbak memang tidak memaksakan diri untuk dikasihani. Mereka tetap menjaga martabat. Bahkan di tengah kesulitan.
Detail kecil ini justru menohok. Bagaimana bisa orang yang kehilangan hampir segalanya masih memikirkan orang lain? Pertanyaan itu menggantung. Tak perlu dijawab. Videonya sendiri sudah bercerita.
Numpang Toilet, Pulang Bawa Rambutan
Momen serupa dialami influencer @badil_nasution. Dikenal sebagai Kurir Kribo. Ia datang ke lokasi banjir.
Awalnya cuma numpang toilet. Ke rumah salah satu warga. Yang didapat justru lebih. Seplastik rambutan diantarkan.
"Lagi terkena musibah banjir parah tapi masih ada mereka memikirkan kebahagiaan orang lain," ujar Kurir Kribo dalam unggahanya.
Artikel Terkait
Ancaman Meluas ke Pejabat Tinggi, Kejagung Siap Usut Pimpinan dalam Kasus Pemerasan Jaksa Rp914 Juta
Viral Video Kepala BGN Main Golf, Ternyata Galang Dana Korban Bencana Sumatera
Seribu Relawan BUMN Dikerahkan, Danantara Buktikan Tanggung Jawab Kebangsaan di Tengah Bencana Sumatera
Kantor Polsek Muara Batang Gadis Hangus Dibakar Massa, Dipicu Pelepasan Terduga Pengedar Narkoba
Krisis Gas LPG di Takengon, Warga Berburu Kayu Hanyut di Sungai untuk Nyalakan Dapur