Sulawesitoday - Direktur Utama Hanania Group Ahmad Syah Farhan nekat menggunakan uang pendaftaran jemaah baru untuk menutup utang lama perusahaan sejak setahun lalu.
"Harapannya surplus 2026 bisa nutup kekurangan sebelumnya, tapi ternyata enggak berhasil," kata perwakilan jemaah bernama Joko menirukan ucapan Farhan.
Siasat gali lubang tutup lubang yang runtuh ini memicu kepanikan massal hingga ratusan korban mendatangi Polda Metro Jaya.
Baca Juga: Viral Kambing Naik Atap Masjid Diduga Takut Jadi Kurban, Warga Heboh
Sebanyak 127 orang perwakilan jemaah resmi melaporkan manajemen travel dengan pasal berlapis seperti penipuan dan pencucian uang.
Total kewajiban pengembalian dana yang harus dibayar oleh bos travel mitra umrah ini diperkirakan menembus angka Rp 60 miliar.
Krisis keuangan internal korporasi sebenarnya sudah mulai bergejolak parah sejak musim pemberangkatan ibadah tahun 2025.
Dampak kegagalan manajemen kini menghantam langsung nasib ratusan calon jemaah yang sudah melunasi biaya paket keberangkatan mereka.
Banyak korban terjebak ketidakpastian mulai dari jadwal keberangkatan bulan Maret, momen Syawal, hingga rencana perjalanan bulan Agustus nanti.
Nasib paling tragis dialami oleh kelompok jemaah pertengahan tahun karena uang mereka ikut lenyap tanpa sisa.
Baca Juga: Penipuan Titik Dapur Gizi Capai Miliaran Rupiah, BGN Gandeng Bareskrim Usut Jaringan
"Kita yang Juni, Juli, uang harusnya aman dong karena belum berangkat," ujar Joko dengan nada kecewa.
Nilai kerugian personal setiap korban sangat bervariasi dari puluhan juta rupiah hingga mencapai angka miliaran rupiah.
Seorang ibu bahkan menangis histeris di depan ruang pertemuan akibat kehilangan uang tabungan senilai Rp 700 juta.
Artikel Terkait
Misteri Kematian Satu Keluarga di Wisata Kledung Temanggung, Diduga Keracunan Barbeque
Reaksi Santai Bahlil Lahadalia Hadapi Lagu Mas Bahlil Ganteng
Nekat Panjat Tower BTS Demi Pantau Suami Kerja, Warga Panik Histeris
Viral Kambing Naik Atap Masjid Diduga Takut Jadi Kurban, Warga Heboh
Penipuan Titik Dapur Gizi Capai Miliaran Rupiah, BGN Gandeng Bareskrim Usut Jaringan