Sesar Palolo yang dicurigai terlibat dalam peristiwa ini memang menyimpan potensi bahaya laten karena terbagi menjadi dua segmen raksasa.
Segmen pertama memiliki bentang ruang seluas 35 kali 18 kilometer, sedangkan pasangannya memiliki volume sedikit lebih kecil.
Kesamaan lokasi regional dan kemiripan energi pelepasan membuat sebagian pengamat meyakini adanya pengulangan sejarah geologi masa lalu.
Meski demikian, otoritas penanggulangan bencana meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mempercayai spekulasi liar yang beredar.
Data mentah di lapangan masih sangat terbatas untuk menarik kesimpulan final mengenai kepastian ujung patahan yang pecah.
Artikel Terkait
Cetak Sawah Baru Rp10 Miliar di Parigi Moutong Terancam Tambang Emas Ilegal
Ratusan Kepsek Sulsel Dipaksa Mundur, Netizen Desak Audit Dana BOS Menyeluruh
Rencana Kompor Listrik Bahlil Dihujat Netizen, Warga: Listrik Sering Padam Mau Ngandalin Setrum?
Netizen Curiga Insentif Pejabat Tetap Cair Saat Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara
Gempa M 6,7 Guncang Palu Hari Ini, Ada Sembilan Kali Susulan