• Selasa, 21 Juli 2026

Kemenkumham Dorong Perlindungan Produk Unggulan Daerah, Termasuk Sidat Marmorata

.
Administrator, Sulawesi Today
- Jumat, 19 Juli 2024 | 18:06 WIB
Foto: Kemenkumham Sulteng melakukan monitoring di Poso untuk memantau perkembangan ikan sidat marmorata, produk unggulan yang telah mendapat sertifikat Indikasi Geografis. Monitoring ini bertujuan melindungi dan menjaga kelestarian ikan yang bernilai ekonomi dan budaya tinggi tersebut.
Foto: Kemenkumham Sulteng melakukan monitoring di Poso untuk memantau perkembangan ikan sidat marmorata, produk unggulan yang telah mendapat sertifikat Indikasi Geografis. Monitoring ini bertujuan melindungi dan menjaga kelestarian ikan yang bernilai ekonomi dan budaya tinggi tersebut.

[wpseo_breadcrumb]

Kemenkumham Dorong Perlindungan Produk Unggulan Daerah, Termasuk Sidat Marmorata


Kemenkumham Sulteng Lakukan Monitoring di Poso


Sulawesitoday - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah (Kanwil Kemenkumham Sulteng). Monitoring terhadap populasi dan perkembangan ikan sidat marmorata (Anguilla marmorata). di Kabupaten Poso pada Kamis, 18 Juli 2024.


Ikan ini adalah produk unggulan yang telah mendunia. Dan mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI.



Monitoring oleh Tim Layanan Kekayaan Intelektual


Peninjauan dilakukan tim layanan Kekayaan Intelektual Kemenkumham Sulteng. Bersama Dinas Perikanan dan Kelautan Pemerintah Daerah Kabupaten Poso.


Mereka mengunjungi beberapa lokasi habitat dan budidaya ikan sidat marmorata. Serta berdialog dengan para pembudidaya untuk mengetahui kondisi populasi dan perkembangan ikan tersebut.



Komitmen Kemenkumham dalam Melindungi Produk Unggulan


Kepala Kanwil Kemenkumham Sulteng, Hermansyah Siregar, menegaskan komitmen. Untuk menjaga kelestarian dan melindungi hak intelektual atas produk-produk unggulan daerah.


Menurutnya, ikan sidat marmorata dengan status Indikasi Geografis. Dan telah dipasarkan di beberapa negara. Memerlukan perlindungan serta perhatian serius dari pemerintah daerah dan masyarakat.


"Ikan sidat marmorata merupakan kekayaan alam Kabupaten Poso. Yang memiliki nilai ekonomi dan budaya yang tinggi. Oleh karena itu, kelestariannya mesti terus kita perhatikan secara serius," ujarnya.



Keunggulan dan Permintaan Pasar


Rahman, seorang pembudidaya ikan sidat marmorata di Poso. Mengatakan permintaan pasar meningkat sejak ikan ini terdaftar sebagai produk Indikasi Geografis. Permintaan datang dari berbagai daerah di Indonesia dan negara seperti Jepang dan Vietnam.


"Sejak didaftarkan dan dilindungi sebagai produk Indikasi Geografis Kekayaan Intelektual. Permintaan pasarnya meningkat juga. Baik kita kirim dibeberapa wilayah di Indonesia bahkan keluar negeri,” ungkap Rahman.



Nilai Gizi dan Upaya Pelestarian


Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Poso, Rifaizal. Menyebut ikan sidat marmorata memiliki keunggulan gizi tinggi. Seperti vitamin A, B, C, D, E, protein, mineral, dan asam lemak yang baik bagi kesehatan.


Ia juga menekankan pentingnya upaya restocking untuk memastikan kelestarian populasinya.


“Ikan ini memiliki khasiat yang baik, proteinnya bahkan melebihi ikan salmon. Ini jadi perhatian kita tentu. Banyak upaya kita lakukan agar mereka terus bertambah jumlahnya,” terangnya.



Produk Turunan dan Kelancaran Produksi


Zumratun. Seorang pelaku usaha memanfaatkan ikan sidat marmorata untuk produk seperti abon dan minyak. Menyatakan produksi berjalan lancar tanpa kendala dalam mendapatkan ikan.


"Produksi kita tetap berjalan lancar. Dan banyak pembeli yang merasakan manfaatnya ikan sidat kita ini," imbuh Zumratun.

Halaman:

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini