• Selasa, 21 Juli 2026

Kelalaian Berujung Maut: Penjaga Senior Taigan Safari Park Tewas Diterkam Tiga Singa! Investigasi Dibuka

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Kamis, 17 Oktober 2024 | 21:23 WIB
Tragedi kelalaian di Taigan Safari Park merenggut nyawa penjaga senior. Investigasi dibuka untuk mengungkap penyebab. #TragediKebunBinatang #TaiganSafariPark #KelalaianKerja #InvestigasiTerbuka #Kese (Nur Rafiqa)
Tragedi kelalaian di Taigan Safari Park merenggut nyawa penjaga senior. Investigasi dibuka untuk mengungkap penyebab. #TragediKebunBinatang #TaiganSafariPark #KelalaianKerja #InvestigasiTerbuka #Kese (Nur Rafiqa)

Sulawesitoday - Seorang penjaga senior tewas mengenaskan setelah diterkam tiga singa di Taigan Safari Park, Belogorsk, Krimea. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (16/10/2024) saat korban tengah membersihkan kandang predator tersebut. Menurut laporan awal, tragedi ini diduga dipicu oleh kelalaian dalam menutup gerendel pintu antar-ruangan kandang.

Taigan Safari Park, salah satu taman margasatwa terbesar di Eropa dengan lebih dari 60 predator, kini menjadi sorotan. Korban, Leokadia Perevalova, bukanlah penjaga biasa. Dengan pengalaman hampir 17 tahun, ia dikenal sebagai kepala penjaga yang sangat profesional.

Baca Juga: Viral di Medsos! Pria Ini Dibayar €500 untuk Merusak Pernikahan, Raup Untung dari Klien yang Ragu Menikah

Namun, seperti diakui oleh pemilik taman, Oleg Zubkov, "Kecelakaan ini tidak seharusnya terjadi. Perevalova adalah karyawan berharga, dan insiden ini jelas di luar dugaan."

Kematian tragis ini membuka pintu bagi investigasi resmi. Komite Investigasi Krimea dan Sevastopol, yang berbasis di Moskow, mengumumkan bahwa kasus pidana telah dibuka. Mereka akan menyelidiki lebih lanjut apakah ada kelalaian prosedural yang berperan dalam peristiwa ini. Pihak komite juga menekankan bahwa investigasi difokuskan pada kondisi operasional dan tindakan keamanan di taman tersebut.

Baca Juga: Kabur dan Overstay 7 Bulan, WN Spanyol Ditangkap Saat Akan Menikah Gadis Muna! Baca Bagaimana Imigrasi Melacaknya

Zubkov mengakui dalam pernyataan di blog dan saluran Telegram pribadinya bahwa tidak ada staf yang berhasil memberikan pertolongan tepat waktu.

"Tidak jelas bagaimana atau mengapa hal ini terjadi. Hewan-hewan itu tidak mungkin bertindak tanpa sebab, dan sayangnya, korban ditemukan terlambat." Ucapan ini memperkuat asumsi bahwa aspek operasional dan keselamatan di taman perlu dievaluasi kembali.

Baca Juga: Tahukah Kamu? Pabrik Ponsel di China Merebus Produknya untuk Membuktikan Klaim Tahan Air dan Tahan Panas

Situasi ini menyoroti risiko yang dihadapi pekerja di taman margasatwa, meski telah memiliki pengalaman panjang. Meski pengelola menyebut insiden ini sebagai kesalahan tragis, pertanyaan besar tetap mengemuka: apakah protokol keselamatan cukup ketat? Apalagi, kasus ini menjadi pengingat bahwa prosedur yang keliru, bahkan sekecil apa pun, dapat berujung pada bencana.

Tragedi ini memaksa pihak berwenang dan publik menuntut jawaban—tidak hanya soal kelalaian teknis, tetapi juga soal akuntabilitas. Dengan proses investigasi yang masih berlangsung, publik berharap insiden serupa tak lagi terjadi.

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini