• Kamis, 4 Juni 2026

Viral di TikTok Kisah Nyata Ridwan, Berjuang Melawan Gagal Ginjal Sejak Usia Remaja

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Minggu, 24 November 2024 | 13:15 WIB
Kisah inspiratif Ridwan, pria muda Cianjur yang harus rutin cuci darah akibat gagal ginjal, mengingatkan kita semua untuk lebih peduli pada kesehatan. (Nur Rafiqa)
Kisah inspiratif Ridwan, pria muda Cianjur yang harus rutin cuci darah akibat gagal ginjal, mengingatkan kita semua untuk lebih peduli pada kesehatan. (Nur Rafiqa)

Sulawesitoday - Ridwan Fadhil, pria muda asal Cianjur, Jawa Barat, baru berusia 20 tahun ketika ia mendapat kabar yang mengubah hidupnya. Pada tahun 2022, dokter memvonisnya dengan gagal ginjal stadium 5—fase di mana fungsi ginjal sudah sangat menurun dan tidak mampu lagi menyaring darah dengan baik.

Bagi banyak orang seusianya, hidup berkisar pada pendidikan, pekerjaan, atau mungkin rencana masa depan. Namun, bagi Ridwan, kenyataan yang ia hadapi berbeda: ia harus menjalani cuci darah dua kali seminggu untuk tetap bertahan.

Baca Juga: Gagal Dikremasi, Pria Muda di India Ini Hidup Lagi Setelah Dokter Nyatakan Meninggal

Cerita Ridwan ini viral di media sosial, terutama di TikTok, di mana ia secara terbuka membagikan kesehariannya saat menjalani prosedur hemodialisis. Melalui video-videonya yang telah ditonton jutaan kali, Ridwan memberi gambaran langsung tentang apa yang dialami para penderita gagal ginjal.

Dari sekadar memperlihatkan makanan yang ia konsumsi selama cuci darah hingga berbicara tentang dampak fisik dan mental yang ia rasakan, Ridwan mencoba memberi pemahaman pada publik mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

Baca Juga: Keracunan Alkohol Massal di Laos, Negara Barat Berlakukan Peringatan Keras untuk Turis

Menurut Ridwan, diet khusus adalah bagian penting dari hidupnya sekarang. Saat menjalani cuci darah, ia mengonsumsi makanan kaya karbohidrat seperti ayam balado, kue sus mangga, dan donat keju. Pilihan ini bukan tanpa alasan.

"Supaya kadar gula tidak turun/drop, harus konsumsi gula," jelas Ridwan. "Biasanya orang-orang bawa gula pasir, atau air putih campur gula. Tapi, kalo saya lebih enak dalam bentuk makanan," tambahnya. Pernyataan ini menggambarkan betapa seriusnya ia dalam menjaga kadar gula darah tetap stabil selama proses hemodialisis yang bisa memakan waktu berjam-jam.

Baca Juga: Drama Bali Nine Berlanjut, Indonesia Sepakat Pulangkan Lima Terpidana Narkoba ke Australia

Diagnosis gagal ginjal ini bukan tanpa sebab. Ridwan mengaku bahwa pola hidupnya yang tidak sehat—seperti jarang minum air putih dan lebih suka minuman manis—adalah faktor besar yang memperparah kondisi ginjalnya.

"Emang kesalahan sendiri karena nggak jaga pola hidup," katanya dengan nada penuh penyesalan. Ini menjadi pengingat nyata bagi banyak anak muda yang mungkin merasa kebiasaan kecil tidak berdampak besar. Faktanya, di usia yang masih muda, Ridwan harus menerima konsekuensi berat dari gaya hidupnya.

Baca Juga: Bengkulu Geger! KPK Tangkap Tangan, Pejabat Terkait Pendanaan Pilkada Diselidiki

Yang lebih menarik lagi, konten yang ia bagikan di media sosial bukan sekadar dokumentasi. Ridwan punya misi: mengingatkan para anak muda untuk mulai peduli pada kesehatan mereka sebelum terlambat. Melalui perjalanan pribadinya, ia berharap orang-orang lain tidak perlu mengalami hal yang sama.

"Saya pengin orang-orang sadar dari sekarang," ujar Ridwan, berharap cerita hidupnya bisa menjadi cermin bagi mereka yang masih mengabaikan pola hidup sehat.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini