• Selasa, 21 Juli 2026

Protes Jalan Rusak di Unsulbar, Pohon Pisang Jadi Simbol Kekecewaan Warga

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Jumat, 24 Januari 2025 | 17:20 WIB
Kerusakan jalan ke Unsulbar hambat aktivitas mahasiswa. Jalur alternatif mahal dan jauh. Mahasiswa mendesak perbaikan segera untuk keselamatan bersama.
Kerusakan jalan ke Unsulbar hambat aktivitas mahasiswa. Jalur alternatif mahal dan jauh. Mahasiswa mendesak perbaikan segera untuk keselamatan bersama.

Sulawesitoday - Kerusakan jalan di sekitar gedung Rektorat Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) semakin menghambat aktivitas harian mahasiswa. Jalan ini, yang seharusnya menjadi akses utama, kini dipenuhi lubang besar dan genangan air. Tidak hanya itu, warga sekitar bahkan menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk protes terhadap minimnya perhatian dari pihak terkait.

Kondisi ini memaksa puluhan mahasiswa mengambil rute alternatif melalui Parang-Parang. Meskipun jaraknya lebih jauh, jalan ini dianggap lebih aman dibandingkan risiko yang dihadapi di jalur utama. "Kalau lewat jalan rusak itu, terlalu bahaya. Saya lebih baik memutar jauh lewat Parang-Parang," kata Rahmat, salah satu mahasiswa Unsulbar.

Namun, pilihan ini tidak datang tanpa konsekuensi. Mahasiswa mengeluhkan biaya transportasi yang meningkat karena jarak yang lebih panjang. Mira, seorang mahasiswa lainnya, menyebut, "Lewat Parang-Parang memang lebih aman, tapi ongkosnya jadi lebih mahal. Ini sangat memberatkan." Tidak hanya waktu yang terbuang, tetapi juga keuangan mahasiswa yang kian terbebani.

Protes Warga dan Harapan Mahasiswa

Aksi penanaman pohon pisang oleh warga sekitar mencerminkan tingkat kekecewaan yang tinggi terhadap lambatnya respons pemerintah daerah. Pohon-pohon itu bukan hanya simbol protes, tetapi juga peringatan nyata akan betapa rusaknya jalan tersebut. Hingga kini, tidak ada tanda-tanda perbaikan yang dilakukan, baik oleh pihak kampus maupun pemerintah daerah.

Baca Juga: Dari Biduan Dangdut ke Bisnis Skincare, Jejak Kejayaan dan Jatuhnya Mira Hayati

Mahasiswa berharap ada langkah cepat untuk memperbaiki akses jalan ini. "Kami butuh solusi segera. Jalan ini sangat penting bagi aktivitas kuliah kami," tegas Rahmat. Keberadaan jalur ini tidak hanya memengaruhi efisiensi waktu, tetapi juga keselamatan mahasiswa yang harus mengambil risiko besar jika tetap melewati jalan rusak tersebut.

Tindakan yang Diperlukan

Situasi ini seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah daerah dan pihak kampus. Tidak hanya karena ini merupakan jalur vital ke salah satu institusi pendidikan terbesar di wilayah tersebut, tetapi juga karena menyangkut keamanan dan kenyamanan banyak orang.

Penting bagi pemerintah untuk segera mengalokasikan anggaran dan memulai proses perbaikan. Tidak hanya itu, komunikasi dengan mahasiswa dan warga juga harus ditingkatkan agar solusi yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Jika tidak, kerusakan ini berpotensi memperburuk citra institusi dan menambah beban masyarakat.

Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday

Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Artikel Terkait

Terkini