• Minggu, 19 Juli 2026

Sebanyak 4.677 Warga Gorontalo Terdampak Banjir, Air Capai 180 Cm

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Senin, 27 Januari 2025 | 13:10 WIB
Curah hujan tinggi rendam empat wilayah di Gorontalo. Ribuan warga terdampak, air capai 180 cm. BPBD terus salurkan bantuan bagi korban.
Curah hujan tinggi rendam empat wilayah di Gorontalo. Ribuan warga terdampak, air capai 180 cm. BPBD terus salurkan bantuan bagi korban.

Sulawesitoday - Gorontalo kembali bergulat dengan genangan air. Sejak Sabtu (25/1), curah hujan tinggi memaksa empat kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo berselimut banjir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total 4.677 warga terdampak dari bencana ini, meski situasi kini mulai menunjukkan tanda-tanda surut.

Di Kota Gorontalo, banjir merendam Kelurahan Lekobalo dan Dembe I di Kecamatan Kota Barat. Sebanyak 128 kepala keluarga (KK), atau sekitar 426 jiwa, menghadapi dampak langsung. Tak tinggal diam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat langsung bergerak mengevakuasi 32 KK ke tempat aman.

Situasi lebih pelik terjadi di Kabupaten Gorontalo. Meluapnya Danau Limboto menyebabkan delapan desa di tiga kecamatan—Tilango, Telaga Jaya, dan Lomboto—terendam.

“Banjir ini berdampak pada 1.144 KK atau 3.396 jiwa. Sedikitnya 797 rumah terendam,” ujar Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Baca Juga: Mancing Renggut Nyawa! Pemuda Bolsel Diterkam Buaya, Warga Berjuang Evakuasi di Pantai Dumagin

Sementara itu, Kabupaten Boalemo juga tak luput dari genangan. Dua desa, yakni Tapadaa dan Rumbia di Kecamatan Butomoito, menyaksikan 98 rumah terendam air. Bencana ini memengaruhi 107 KK atau 375 jiwa. BPBD Boalemo telah mengambil langkah-langkah seperti pendataan dan penyaluran bantuan darurat.

Di Kabupaten Pohuwato, lima kecamatan menjadi saksi dampak hujan deras. Sebanyak 162 KK atau 480 jiwa terkena imbas di Buntulia, Patilanggio, Marisa, Taluditi, dan Paguat. Ketinggian air bervariasi, bahkan mencapai 180 cm di beberapa lokasi. “Hujan intensitas sedang hingga lebat menjadi pemicu utama,” ungkap Muhari lagi.

Moh Tahir Laendeng, Penata Penanggulangan Bencana BPBD Provinsi Gorontalo, memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. “Kami terus menyalurkan logistik untuk warga yang dievakuasi,” katanya, menegaskan kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan tersebut.

Meski air perlahan surut, pekerjaan belum usai. Warga yang terdampak masih membutuhkan bantuan, baik dalam bentuk logistik maupun dukungan moril. Kerja keras tim BPBD di lapangan menjadi sorotan, membuktikan pentingnya kesiapan menghadapi bencana di tengah cuaca yang kian tak menentu.

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini