• Kamis, 4 Juni 2026

Longsor di Lunguto Buol: Jalan Trans Tertutup, 3 Rumah Rusak Berat dan 9 Rumah Terancam

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Minggu, 2 Februari 2025 | 13:19 WIB
Longsor menerjang Buol, rusak berat 3 rumah dan akses jalan putus. Warga mengungsi, namun nyawa tetap selamat.
Longsor menerjang Buol, rusak berat 3 rumah dan akses jalan putus. Warga mengungsi, namun nyawa tetap selamat.

Sulawesitoday - Di Desa Lunguto, Kecamatan Paleleh Barat, Buol, Sulawesi Tengah, longsor yang tiba-tiba melanda Jalan Trans Sulawesi. Membuat situasi menjadi kacau balau.

Bayangkan, hanya dalam hitungan menit, material longsor menimbun jalan selama kurang lebih 75 meter dan merobohkan tiga rumah warga secara brutal, bahkan sebuah rumah ibadah turut ikut tergerus.

"Kita memang sering dibilang alam itu misterius, tapi yang terjadi di Lunguto kali ini benar-benar di luar dugaan," ujar Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Akris Fattah Yunus, dalam sebuah keterangannya, Minggu (2/2/2025).

Ia menambahkan, “Hujan seharian dengan intensitas sedang hingga tinggi membuat tanah di sekitar longsor ini semakin labil.”

Tak hanya merusak bangunan, longsor ini juga memutus akses jalan utama, yang kini hanya bisa dilewati oleh kendaraan kecil seperti motor dan minibus melalui jalur alternatif.

Meski begitu, setidaknya arus lalu lintas telah sedikit kembali berputar, walaupun jalurnya terasa sempit dan penuh tantangan.

Dalam ironi yang sulit dihindari, tiga kepala keluarga kini terpaksa mengungsi bersama total sembilan jiwa, meninggalkan rumah yang hancur sebagai saksi bisu kekuatan alam yang tak terduga.

"Untungnya, tidak ada korban jiwa, tapi kehilangan harta benda dan kenyamanan tentu meninggalkan bekas yang mendalam bagi warga," sebutnya.

Tim BPBD terus bekerja tanpa henti, membersihkan material longsor dan melakukan asesmen mendalam atas kerusakan yang terjadi.

Baca Juga: Tragedi di Tambang PT IWIP: Longsor Renggut Nyawa Dua Pekerja

Sementara itu, Pemda Buol bersama BPJN tak tinggal diam, meskipun akses untuk kendaraan berat masih menjadi tantangan tersendiri.

Kebutuhan mendesak seperti logistik dan alat berat kini menjadi prioritas utama dalam upaya pemulihan kondisi daerah terdampak.

Alam memang kadang punya cara untuk mengingatkan bahwa kita harus selalu siap menghadapi segala kemungkinan.

Di tengah ironi dan kekonyolan situasi, warga dan petugas tetap berusaha bersama mengembalikan normalitas, meski dengan jalan alternatif yang sempit dan penuh liku.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini