Sulawesitoday - Sore Sabtu (8/2/2025), Mamuju dikejutkan oleh kekuatan alam yang tak terduga. Bencana angin kencang menyapu kota dengan dahsyat.
Di Kelurahan Mamunyu, tepatnya di area BTN Masagena 4, sebuah peristiwa luar biasa terjadi. Atap rumah milik seorang warga tiba-tiba melayang tinggi.
Atap rumah terbang milik Andi Alamsyah terlihat seperti benda melayang di udara. Kejadian ini membuat siapa saja terpana sejenak.
Di tengah situasi genting, seorang saksi bernama Ikram mendeskripsikan momen mengejutkan itu. Ia sedang berada di dalam rumahnya yang tak jauh dari lokasi peristiwa.
Terdengar suara gemuruh keras yang mengguncang keheningan sore. Apakah Anda pernah mendengar atap rumah “berterbangan” seperti ini?
Ikram pun menyatakan kekagetannya. "Saya kaget sekali, tiba-tiba ada suara keras dari luar," ungkapnya dengan nada terkejut.
Tak lama kemudian, diketahui bahwa pemilik rumah tidak berada di tempat kejadian. Pak Andi sedang berada di Pasangkayu saat angin kencang menyerang.
Dampak peristiwa ini terasa jelas di lingkungan sekitar. Enam rumah pun mengalami pemadaman listrik akibat kerusakan sambungan.
Warga BTN Masagena 4 langsung bersatu. Mereka bergotong royong membersihkan puing-puing yang tercecer.
Di samping itu, petugas BPBD telah turun ke lapangan. Mereka melakukan pendataan dan memberikan bantuan yang diperlukan.
Kejadian serupa melanda area lain di Mamuju. Atap rumah di kawasan Jl. Jenderal Sudirman, Simboro, juga ikut “terbang” oleh angin kencang.
Langit Mamuju seakan berbicara melalui peristiwa ini. Alam menunjukkan kekuatannya yang luar biasa dan tanpa kompromi.
Meski materi hancur terserak, untungnya tidak ada korban jiwa. Rasa syukur pun mengiringi upaya pemulihan lingkungan.
Artikel Terkait
Angin Puting Beliung Hantam Luwu: Rumah Hancur di Dua Kecamatan, Juta Kerugian Rp500
Oknum Polisi Berpangkat Dipecat Usai Modus Calo Uang Rp175 Juta Penerimaan Calon Anggota Polri Terbongkar
Bayang Regulasi Menyelimuti, Gaji Ribuan Honorer di Morowali Utara Tertahan di Pusaran Kebijakan
Gubernur Sulteng Tegaskan Gaji Pegawai Honorer Non-DATABASE dan Peserta PPPK Tetap Lancar
Gelombang Digital Ujian Kebebasan Pers: Saat DDoS Menantang Jurnalis Nusantara