• Kamis, 4 Juni 2026

Drama di Dermaga: Pria Asal Majene Ini Tunda Merantau Cari Uang Panai Karena Sang Pacar Melarang

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Minggu, 9 Februari 2025 | 13:39 WIB
Drama di pelabuhan menyatukan ambisi dan cinta. Uang panai jadi saksi dilema pemuda sulbar yang terhenti oleh hati.
Drama di pelabuhan menyatukan ambisi dan cinta. Uang panai jadi saksi dilema pemuda sulbar yang terhenti oleh hati.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Sulawesitoday.com (@sulawesitoday)

Sulawesitoday - Di sebuah dermaga yang dipenuhi cerita, langkah seorang pemuda berhenti di tengah harapan. Dia hendak mencari uang panai demi pernikahan, namun cinta mengunci perjalanannya.

Di Pelabuhan Passarang, suasana mendadak berubah. Hanya dua momen yang terjadi. Di satu sisi, pemuda asal Majene bersiap berangkat merantau. Di sisi lain, kekasihnya meluapkan emosinya dengan lantang.

Sang wanita dari Tanjung Batu tak mampu menahan perasaan. Ia menangis, berteriak, dan bahkan mengancam akan mengakhiri hidupnya. Keadaannya membuat penumpang terpana. Drama cinta ini mencuat seketika.

Kisah ini menampilkan dilema antara ambisi dan cinta. Pemuda tersebut berniat mencari nafkah di Kota Baru, Kalimantan Selatan. Uang panai yang diperolehnya nantinya dijadikan modal pernikahan. Namun, insiden di dermaga mengubah segalanya.

Menurut Uci, kerabat terdekat, rencana pemuda itu memiliki makna besar. “Dia berangkat untuk membangun masa depan bersama.

Niatnya mulia, namun kekasihnya yang belum siap melepas,” ujarnya 8 Februari 2025. Dua kalimat itu menyuarakan keikhlasan dan dilema yang terjadi.

Banyak yang bertanya, apakah cinta harus menghalangi perjuangan? Apakah merantau demi uang panai adalah pengorbanan yang sepadan jika hati belum yakin?

Pertanyaan itu menggema di antara penumpang dan warga sekitar. Setiap orang merasakan getaran emosional yang terpancar dari kejadian itu.

Baca Juga: Dalam Setiap Tetes Hujan, Doa Umat Islam Hadapi Bencana Alam

Insiden ini pun segera merambah media sosial. Netizen memberikan reaksi beragam. Ada yang mendukung agar pemuda tetap tinggal demi cinta, sementara yang lain menganggap kerja keras sebagai bagian dari perjuangan pernikahan.

Keluarga berharap kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Mereka mendambakan solusi yang menyeimbangkan antara rasa cinta dan kebutuhan hidup. Drama di dermaga kini menjadi pelajaran berharga.

Haruskah cinta selalu menahan langkah ketika panggilan untuk mencari nafkah terdengar?
Jawabannya tersimpan dalam setiap hati yang berjuang, antara kehangatan asmara dan kenyataan hidup yang tak terhindarkan.

Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini