• Kamis, 4 Juni 2026

Ketua DPRD Sulbar Turun ke DAS Budong-budong Usai Buntut Penolakan Tambang di Mateng

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Minggu, 9 Februari 2025 | 14:29 WIB
Kunjungan Amalia di Budong-budong ungkap sinergi nyata antara pembangunan dan pelestarian alam melalui dialog langsung.
Kunjungan Amalia di Budong-budong ungkap sinergi nyata antara pembangunan dan pelestarian alam melalui dialog langsung.

Sulawesitoday - Kekhawatiran mendalam atas rencana tambang daerah aliran sungai di Topoyo Mamuju Tengah menggugah warga lokal untuk lebih kritis. Isu lingkungan dan potensi dampak ekologis mendominasi perdebatan publik yang semakin intens.

Ketua DPRD Sulbar, Amalia Fitri Aras, mengunjungi langsung lokasi di Budong-budong, Dusun Patulana, Desa Budong-budong, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah. Kunjungan kerja ini merupakan respons nyata atas masukan kritis yang muncul dalam forum RDPU sebelumnya.

Pejabat dari ESDM, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, serta DLHK turut hadir mendampingi kegiatan ini dengan serius. Kehadiran mereka menegaskan komitmen pemerintah dalam mengawal rencana tambang daerah aliran sungai demi menjaga kualitas lingkungan.

Dalam interaksi hangat di lokasi, Amalia berkata, "Kami hadir untuk melihat kondisi lapangan dan mendengar aspirasi masyarakat secara langsung." Pernyataannya disampaikan pada Minggu (9/2/2025) sebagai bukti nyata dedikasi terhadap lingkungan dan warga.

Forum yang dihadiri oleh Aliansi Masyarakat Pesisir Mamuju Tengah dan Pasangkayu memicu evaluasi mendalam terhadap rencana ini. Suara warga yang kritis menjadi pertimbangan utama dalam peninjauan dampak pertambangan terhadap ekosistem setempat.

Hasil peninjauan lapangan akan dijadikan dasar perumusan kebijakan pembangunan yang ramah lingkungan. Langkah strategis ini diharapkan menyeimbangkan kebutuhan ekonomi dengan pelestarian alam di Topoyo Mamuju Tengah.

Bhabinkamtibmas Desa Budong-budong, Muh Alwi, menegaskan bahwa kunjungan berlangsung aman dan tertib. Ia menambahkan kehadiran pimpinan daerah memberi rasa aman bagi warga yang menyampaikan aspirasinya pada Jumat (7/2/2025).

Warga berharap pemerintah tetap transparan dan aktif dalam setiap tahap evaluasi rencana tambang daerah aliran sungai. Keterlibatan mereka dianggap kunci untuk menghindari dampak serius terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Isu ini mengingatkan pada tantangan global dalam mengelola pertambangan di area yang rentan. Perbandingan dengan praktik internasional membuka peluang bagi inovasi kebijakan lokal yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Kehadiran pejabat menunjukkan komitmen kuat untuk mendengarkan aspirasi warga secara langsung. Dialog terbuka diharapkan menciptakan solusi harmonis antara pembangunan dan konservasi alam secara menyeluruh.

Evaluasi menyeluruh terhadap lokasi tambang akan disatukan dalam rencana pembangunan mendatang. Langkah tersebut mencerminkan integrasi antara kepentingan ekonomi dan kesejahteraan lingkungan secara proporsional.

Baca Juga: Drama di Dermaga: Pria Asal Majene Ini Tunda Merantau Cari Uang Panai Karena Sang Pacar Melarang

Kunjungan kerja membuka babak baru dalam pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab. Semangat gotong royong antara aparat dan warga menjadi fondasi bagi masa depan yang lebih cerah dan lestari.

Pengamatan lapangan menyuguhkan gambaran nyata tentang kondisi lingkungan di sekitar lokasi tambang. Potensi pencemaran air dan kerusakan ekosistem menjadi ancaman yang harus segera diatasi bersama-sama.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini