Sulawesitoday - Desa Korompeeli, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara kembali dihantam bencana banjir.
Aliran Sungai Tambalako mendadak meluap akibat curah hujan yang tinggi, memutus akses jalan trans dan merendam puluhan rumah warga.
Kejadian ini memicu kepanikan, karena air naik dengan cepat hingga mencapai dada orang dewasa, mengancam keselamatan warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai.
Menurut keterangan beberapa warga, air mulai naik tanpa peringatan dan terus meningkat secara signifikan.
“Biasanya banjir memang sering terjadi di sini, namun kali ini intensitasnya jauh lebih tinggi. Banyak rumah terendam dan barang-barang berharga pun terendam,” ujar salah satu warga yang sempat mengungsi.
Sebanyak 28 rumah tercatat terdampak, menyisakan kerugian material yang cukup besar bagi masyarakat.
Tak tinggal diam, Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah segera merespons dengan mengerahkan tim dari Kompi I Batalyon C Pelopor.
Dipimpin oleh Ipda Hanung Winarko, 12 personel langsung menuju lokasi untuk membantu evakuasi warga dan menyelamatkan barang-barang yang masih dapat diselamatkan.
“Kami bergerak cepat begitu mendapat laporan. Fokus kami adalah evakuasi dan penyelamatan, mengingat situasi yang semakin genting,” ungkap Ipda Hanung Winarko dalam keterangannya.
Kejadian ini diduga merupakan dampak langsung dari curah hujan yang ekstrem serta kontribusi aliran air dari Kecamatan Mori Atas. Dengan terus berlanjutnya hujan, debit air Sungai Tambalako berpotensi semakin tinggi, sehingga area yang terdampak bisa meluas.
Para aparat mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan segera mengungsi bila kondisi memburuk, agar risiko semakin besar dapat diminimalisir.
Dansat Brimob Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Kurniawan Tandi Rongre, menyatakan bahwa pihaknya akan terus siaga dan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait guna memberikan bantuan maksimal.
“Kami tidak akan lengah, evakuasi dan pemantauan situasi terus kami lakukan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” ujar Kombes Pol Kurniawan.
Baca Juga: Pemprov Alokasikan Rp123,8 Miliar untuk Gaji, 2.401 Tenaga Honorer Jadi PPPK di Sulteng