Direktur Utama Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, melihat proyek ini sebagai pilar krusial untuk menopang ketahanan industri nasional, sekaligus menarik perhatian investor terhadap prospek cerah industri kimia di Indonesia.
"Melalui sinergi ini, kami sedang membangun pondasi kokoh untuk pengembangan industri yang berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya, memberi isyarat bahwa masa depan industri kimia RI sedang digambar ulang.
Baca Juga: Kasino Berkedok Tempat Futsal Digrebek Aparat, Mesin Judi Impor China
Di sisi lain, bursa saham pun merespon dengan gembira. Saham emiten terafiliasi Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) terpantau menguat usai penandatanganan bersejarah ini.
Berdasarkan pantauan NKRI24JAM, saham TPIA melesat 3,28% ke angka Rp10.225 pada penutupan perdagangan Selasa (17/6/2025). Sebuah sinyal positif dari pasar, bahwa investor percaya pada janji dan potensi proyek raksasa ini.