berita

Ratusan Pelajar di Sragen Keracunan Usai Santap Menu MBG, Begini Kronologi Lengkapnya

Kamis, 14 Agustus 2025 | 12:41 WIB
Pesta gizi gratis di Sragen berujung petaka. Ratusan pelajar mual, pusing, dan diare. Simak kesaksian korban Faqih, Felicya, dan Chelsi.

Sulawesitoday - Ratusan pelajar di Sragen, Jawa Tengah, merayakan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin pagi. Mereka santap hidangan nasi kuning yang disediakan pemerintah. Sayangnya, program gizi itu berujung petaka. Pesta perut itu justru berbalik menjadi pemicu sakit. Sekitar 251 siswa, guru, dan karyawan di Kecamatan Gemolong terduga keracunan.

Peristiwa ini menjadi sorotan utama. Sebab, para korban mengeluh gejala serupa. Semuanya mual, pusing, juga diare. Kondisi itu memaksa Dinkes Sragen bergerak cepat. Tim kesehatan melakukan penanganan masal. Mereka datang langsung ke sekolah.

Faqih Mabruri, siswa kelas 9, adalah satu di antara korban. Ia ceritakan kronologi yang dialaminya. Senin (11/8) pukul 09.00 WIB, Faqih santap hidangan MBG.

Menu hari itu adalah nasi kuning, telur suwir, orek tempe, timun, dan susu kotak. Ia makan sampai habis. Nasi kuning, apel, orek telur, dan susu. "Kalau timun sama selada sudah bolong-bolong hitam, tidak saya makan," ucapnya.

Setelah jam sekolah selesai, ia pulang. Aktivitasnya normal. Magrib datang, mual pertama kali terasa. Faqih abaikan. Ia lanjut main gim. Saat Isya, mual kembali menusuk. Perutnya nyeri hebat. Akhirnya diare tak terhindarkan.

"Setelah itu, saya bilang ke Ibu," jelasnya. Ibu Faqih lantas memberinya minyak kayu putih. Tetap tak mempan. Akhirnya mereka ke apotek untuk beli obat. Faqih tak bisa tidur sampai jam 02.00 dini hari.

Siswa lain, Felicya, punya cerita senada. Gejala keracunan datang lebih cepat. Dirinya merasakan sakit perut sejak siang.

"Mual, mulesnya itu benar-benar mules," ujarnya. Rasa sakit itu, kata dia, seperti terlilit. Diare juga datang, berlangsung lebih lama. Sementara itu, Chelsi, siswa lain, justru lebih peka. Ia merasakan keanehan pada menu yang disantap.

"Rasanya lebih asih," kata Chelsi. Terlebih di nasi kuningnya. "Telur amis, enggak kayak biasanya," terangnya. Keracunan ini menjadi catatan kelam bagi program yang seharusnya menyehatkan.

Baca Juga: Geger Laporan Keuangan Parigi Moutong, BPK Temukan Kerugian Rp1,6 Miliar - DPRD Tuntut Sanksi Tegas

Tags

Terkini