berita

Subsidi BBM Malaysia Turun Drastis, Warga Cuma Bayar Rp7.800 Per Liter! Indonesia?

Senin, 22 September 2025 | 12:44 WIB
Malaysia turunkan harga BBM RON95 jadi RM1,99 atau Rp7.800/liter. Jauh lebih murah dari Indonesia yang Rp10.000. Subsidi ketat untuk warga saja

Malaysia juga pengen jaga stabilitas fiskal. Anggaran negara kan terbatas. Harus dipake dengan bijak. Untuk pembangunan dan program sosial.

  • Bandingkan dengan Indonesia, Jauh Banget Bedanya!

Nah ini yang bikin ngilu. Harga BBM di Indonesia masih tinggi. Pertalite aja Rp10.000 per liter. Pertamax malah Rp12.850.

Selisihnya lumayan kan? Malaysia Rp7.800, Indonesia Rp10.000. Beda Rp2.200 per liter. Kalau ngisi 20 liter, udah beda Rp44.000.

Dalam sebulan bisa berapa tuh? Kalau sering ngisi bensin, perbedaannya makin kerasa. Duit yang bisa dipake buat makan. Atau bayar listrik.

Tapi jangan salah paham dulu. Setiap negara punya kondisi berbeda. Kebijakan fiskal juga beda. Sumber daya dan prioritas enggak sama.

  • Dampak Jangka Panjang Kebijakan Subsidi BBM Malaysia

Kebijakan ini punya efek domino. Daya beli masyarakat meningkat. Ekonomi domestik ikut terbantu. Konsumsi naik, bisnis untung.

Tapi ada sisi lain juga. Beban anggaran negara bertambah. Subsidi butuh dana besar. Harus diimbangi dengan pemasukan lain.

Pemerintah Malaysia kayaknya udah mikir matang-matang. Mereka tau resikonya. Tapi tetep berani ambil keputusan. Demi kesejahteraan rakyat.

Sistem pembatasan 300 liter per bulan. Ini strategi cerdas banget. Mencegah penyalahgunaan subsidi. Sekaligus ngontrol pengeluaran negara.

Driver ojol yang dikasih pengecualian. Ini juga masuk akal. Mereka butuh bensin lebih banyak. Untuk cari nafkah sehari-hari.

Gimana menurutmu tentang kebijakan Malaysia ini? Iri enggak sama tetangga yang bensinnya murah banget? 

Sebenarnya, setiap negara punya caranya sendiri. Dalam mengelola subsidi energi. Yang penting, rakyat bisa merasakan manfaatnya. Langsung di kantong mereka.

Kebijakan subsidi BBM Malaysia ini. Jadi pembelajaran berharga buat kita. Bahwa subsidi bisa lebih tepat sasaran. Kalau dikelola dengan baik.

*Catatan: Kurs yang digunakan berdasarkan nilai tukar saat penulisan berita ini. Bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar.*

Baca Juga: Izin Operasi 190 Perusahaan Tambang Dicabut, Jaminan Reklamasi Jadi Pemicu

Halaman:

Tags

Terkini