berita

Menkeu Purbaya Tawarkan Ampunan, Produsen Rokok Ilegal Diajak Masuk Kawasan Industri

Sabtu, 4 Oktober 2025 | 12:16 WIB
Menkeu Purbaya tawarkan pemutihan bagi produsen rokok ilegal. Ampunan diberikan jika mau masuk KIHT dan taat aturan cukai.
  • Dampak terhadap Industri Rokok Legal

Produsen rokok legal yang selama ini taat aturan pasti punya pandangan tersendiri soal wacana ini. Ada yang mendukung, ada yang skeptis, ada yang terang-terangan menolak.

Yang mendukung berpendapat bahwa pemutihan ini akan memperkecil pasar rokok ilegal. Dengan demikian, persaingan usaha menjadi lebih sehat. Mereka tidak lagi harus bersaing dengan harga rokok ilegal yang tidak wajar.

Yang skeptis khawatir formula cukai khusus bagi produsen baru akan menciptakan ketidakadilan. Mengapa produsen yang dulunya ilegal justru dapat kemudahan? Sementara mereka yang sudah puluhan tahun patuh harus tetap bayar cukai penuh?

Yang menolak tegas berpendapat ini adalah bentuk ketidakadilan. Ini seperti memberi hadiah kepada pelanggar. Seharusnya pemerintah fokus pada penegakan hukum, bukan memberikan ampunan.

Pemerintah harus bijak mengelola ekspektasi semua pihak. Komunikasi yang baik dan transparan menjadi kunci. Formula cukai yang adil harus dikaji dengan melibatkan semua pemangku kepentingan.

  • Rokok, Cukai, dan Dilema Kesehatan Publik

Di tengah pembahasan soal cukai dan penerimaan negara, ada satu aspek yang sering terlupakan: kesehatan publik. Cukai rokok sejatinya punya dua fungsi. Pertama, menambah penerimaan negara. Kedua, menekan konsumsi rokok.

Indonesia adalah negara dengan jumlah perokok terbesar ketiga di dunia. Setiap tahun, ratusan ribu orang meninggal akibat penyakit terkait rokok. Biaya kesehatan yang ditanggung negara untuk penyakit-penyakit ini sangat besar.

Ironisnya, penerimaan cukai rokok masih jauh lebih kecil dibanding biaya kesehatan yang harus dikeluarkan. Artinya, negara sebenarnya merugi dari rokok, meskipun ada penerimaan cukai yang triliunan rupiah.

Pemutihan produsen rokok ilegal, jika tidak dikawal dengan baik, bisa justru meningkatkan produksi dan konsumsi rokok. Apalagi jika formula cukai yang diberikan terlalu rendah, sehingga harga rokok tetap murah dan terjangkau.

Pemerintah harus memastikan kebijakan ini tidak kontraproduktif dengan program pengendalian konsumsi tembakau. Harus ada keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kesehatan publik.

  • Antara Pengampunan dan Ketegasan

Wacana Menkeu Purbaya ini pada dasarnya adalah tentang pilihan. Pilihan antara terus membiarkan produsen ilegal beroperasi di bawah tanah, atau memberi mereka jalan untuk kembali ke permukaan dengan syarat tertentu.

Ini bukan keputusan mudah. Ada dilema moral di dalamnya. Tapi kadang, dalam kebijakan publik, pragmatisme harus dikedepankan. Yang penting adalah hasil akhirnya: penerimaan negara meningkat, persaingan usaha lebih sehat, dan pengawasan lebih efektif.

Pemutihan ini akan menjadi ujian bagi keseriusan pemerintah dalam menata industri hasil tembakau. Jika berhasil, ini bisa menjadi model bagi sektor lain yang juga dihantui ekonomi bawah tanah. Jika gagal, ini akan menjadi preseden buruk tentang ketidaktegasan pemerintah dalam penegakan hukum.

Yang jelas, setelah pintu ampunan ini ditutup, tidak boleh ada lagi kompromi. Pemerintah harus menunjukkan taringnya. Tegas, konsisten, dan tidak pandang bulu.

Seperti kata Purbaya, "Setelah ini, tidak ada lagi toleransi."

Halaman:

Tags

Terkini