berita

Prabowo Subianto Serang 'Serakahnomics' di Forum APEC: Ekonomi Serakah Ancam Stabilitas Global

Sabtu, 1 November 2025 | 16:03 WIB
Prabowo Subianto peringatkan dunia soal 'Serakahnomics' di APEC. Ekonomi serakah ancam stabilitas. Kerja sama global jadi solusi.

Sulawesitoday - Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras. Dunia kini terancam ekonomi serakah. Istilah "Serakahnomics" menjadi sorotan utama. Pidato itu disampaikan Jumat (31/10) lalu. Lokasi: Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC.

Forum bergengsi itu dihadiri 21 negara. Kepala negara dan pemerintahan berkumpul. Gyeongju menjadi saksi bisu peringatan Prabowo. Bukan sekadar retorika biasa. Prabowo menyentuh urat nadi ekonomi global.

Ia bicara tegas dan lugas. "Kami sedang berjuang melawan korupsi," ujar Prabowo. Ia melanjutkan dengan nada serius. "Melawan penipuan dan greed economies." Ekonomi serakah menahan pertumbuhan sejati. Pernyataan itu menghentak peserta forum.

Asia-Pasifik tidak boleh menyerah. Perpecahan bukan takdir kawasan ini. Prabowo menegaskan pentingnya kepercayaan. "Kita harus bangkit," katanya tegas. Rasa curiga dan ketakutan harus ditinggalkan. Kepercayaan global harus dibangun kembali.

Konteks pidato ini penting dipahami. Ketegangan global kian meningkat belakangan ini. Kepercayaan antarnegara merosot tajam. Stabilitas ekonomi dunia terancam. Fragmentasi ekonomi mulai terasa nyata. APEC hadir sebagai benteng terakhir.

Organisasi ini didirikan dengan misi mulia. Perdagangan bebas dan investasi jadi tujuan. Kerja sama multilateral menjadi fondasinya. Namun, keyakinan itu kini terancam pudar. Ketidakpastian global menghantui setiap kebijakan ekonomi.

Mengapa Ekonomi Serakah Berbahaya bagi Dunia?

Prabowo mengidentifikasi ancaman spesifik dengan tajam. Korupsi menjadi musuh utama pertama. Penyelundupan merusak tatanan perdagangan. Penipuan menggerus kepercayaan bisnis global. Ekonomi gelap lintas negara tumbuh subur.

Keserakahan menjelma dalam banyak bentuk. Bukan sekadar statistik ekonomi semata. Ini soal moral dan sosial. Keadilan menjadi korban pertama. Pertumbuhan sejati pun terhambat karenanya.

Indonesia mengalami langsung dampaknya. Negara berpenduduk 280 juta jiwa ini. Terus berjuang melawan praktik ekonomi serakah. Korupsi masih menjadi momok nyata. Penipuan lintas negara merugikan triliunan rupiah. Ekonomi bayangan terus menggerogoti pendapatan negara.

Fragmentasi ekonomi menciptakan ketimpangan berbahaya. "Pertumbuhan yang menyingkirkan itu memecah belah," tegas Prabowo. Ketimpangan melahirkan potensi konflik baru. Perpecahan menciptakan ketidakstabilan berkepanjangan. Ketidakstabilan menjauhkan perdamaian dan kemakmuran.

Data menunjukkan fakta mengkhawatirkan. Kesenjangan ekonomi global terus melebar. Negara maju makin kaya pesat. Negara berkembang tertinggal semakin jauh. Sistem perdagangan yang ada belum sepenuhnya adil. Gelanggang persaingan masih miring ke satu sisi.

Prabowo mengingatkan bahaya perpecahan dengan gamblang. Stabilitas yang telah dibangun puluhan tahun. Bisa runtuh dalam sekejap mata. APEC tidak boleh membiarkan hal ini terjadi. Misi inti organisasi harus dijaga ketat.

Apa Solusi yang Ditawarkan Indonesia?

Halaman:

Tags

Terkini