-
Operasi Pencarian: 1.001 Personel Dikerahkan
Hari ke-4 pencarian masih berlangsung intensif. Minggu, 16 November 2025, sebanyak 1.001 personel gabungan diterjunkan. Mereka datang dari berbagai instansi. TNI, Polri, BPBD, Basarnas, relawan.
Alat berat juga dimaksimalkan. Sebanyak 22 unit ekskavator beroperasi. Menggali timbunan tanah setinggi puluhan meter. Mencari korban yang masih terkubur.
Enam ambulance siaga. Berasal dari berbagai instansi dan organisasi. Bertugas mengangkut jenazah. Ke RSUD Majenang atau langsung ke rumah duka.
Yang unik, 9 anjing pelacak dikerahkan. Mereka mencium jejak korban di bawah reruntuhan. Hidung mereka lebih tajam dari teknologi canggih. Harapan menemukan korban masih hidup tipis. Tapi tidak boleh padam.
Operasi dihentikan pukul 17.00 WIB. Cahaya matahari sudah redup. Kondisi medan berbahaya di malam hari. Dua korban tambahan ditemukan sore itu. Keduanya meninggal dunia.
Total korban yang ditemukan mencapai 13 orang. Semuanya dalam kondisi meninggal. Sepuluh orang masih hilang. Masih terkubur di suatu tempat. Di bawah jutaan kubik tanah dan batu.
Tim gabungan kembali beroperasi Senin pagi, 17 November 2025. Sejak fajar menyingsing. Pencarian tidak akan dihentikan. Sampai semua korban ditemukan.
Baca Juga: Longsor Banjarnegara Tewaskan Satu Warga, Ratusan Lainnya Mengungsi ke Pendopo